Media Kampung – 16 April 2026 | PBNU Resmikan 27 SPPG di Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Rabu (15 April 2026) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan guru madrasah di Jawa Timur.
Acara tersebut digelar di halaman utama Pondok Pesantren Lirboyo dan dihadiri oleh tokoh agama, pejabat pemerintah daerah, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Seratus dua puluh tiga calon peserta resmi terdaftar dalam 27 program Studi Pendidikan dan Pengajaran Guru (SPPG) yang mencakup mata pelajaran agama, bahasa Indonesia, serta ilmu pengetahuan dasar.
Ketua PBNU, KH. Yusuf Mansur, menyatakan, “Pendirian SPPG di Lirboyo merupakan wujud komitmen kami untuk menghasilkan tenaga pendidik yang berkompeten dan berintegritas dalam menghadapi tantangan zaman.”
Direktur BGN, Dr. Siti Nurhaliza, menambahkan, “Kerjasama ini akan memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga siswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga asupan gizi yang optimal.”
Program MBG yang dijalankan bersamaan dengan SPPG menyediakan sarapan dan makan siang berbasis pangan lokal, didukung oleh anggaran pemerintah pusat dan kontribusi lembaga zakat.
Pesantren Lirboyo, yang berdiri sejak era kolonial, dikenal sebagai pusat tradisi ilmu agama dan kini berperan sebagai laboratorium pendidikan modern dengan fasilitas laboratorium gizi dan perpustakaan digital.
Para peserta SPPG diharapkan dapat menyelesaikan studi dalam dua tahun, kemudian ditempatkan di madrasah di Kabupaten Kediri maupun wilayah sekitarnya untuk mengimplementasikan kurikulum MBG.
Kerjasama antara PBNU, BGN, dan pemerintah Kabupaten Kediri diformalkan melalui nota kesepahaman yang mencakup penyediaan beasiswa, pelatihan guru, serta monitoring kualitas gizi siswa.
Pemerintah Kabupaten Kediri, melalui Dinas Pendidikan, menyediakan ruang kelas baru dan mengalokasikan anggaran operasional sebesar Rp 2,5 miliar untuk mendukung kelancaran program selama tiga tahun ke depan.
Ke depan, PBNU berencana memperluas jaringan SPPG ke lima pesantren lain di Jawa Timur, dengan target total 150 program pada akhir 2026.
Saat ini, 27 SPPG telah resmi beroperasi, dengan 85% peserta telah memulai perkuliahan dan penyediaan paket MBG sudah berjalan lancar di tiga kantin pesantren.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan