Media Kampung – Akses ke Makkah kini lebih ketat dengan penegakan Kartu Nusuk sebagai syarat mutlak bagi semua jamaah haji, selain visa resmi yang wajib dimiliki.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa tanpa Kartu Nusuk, calon jemaah tidak akan diizinkan menjejakkan kaki di kota suci, bahkan bila memiliki visa sah.

Kartu Nusuk, yang diterbitkan oleh otoritas haji Saudi setelah verifikasi data pribadi, riwayat perjalanan, serta status kesehatan, berfungsi sebagai paspor tambahan khusus ibadah haji.

Setiap tahun, lebih dari dua juta jamaah dari seluruh dunia berangkat menunaikan rukun Islam kelima, dan sejak 2023 Saudi memperketat prosedur masuk dengan menambah lapisan keamanan melalui Kartu Nusuk.

“Pihak kami tidak akan melonggarkan standar keamanan, Kartu Nusuk menjadi identitas resmi yang memudahkan pemantauan jamaah,” ujar pejabat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam konferensi pers pada 12 Februari 2024.

Pelaksanaan kebijakan ini dipantau ketat di pintu masuk Makkah; pelanggar yang mencoba masuk lewat jalur tidak resmi atau “jalan tikus” berisiko deportasi dan dilarang melanjutkan ibadah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana prosedur masuk lebih longgar, kini semua titik pemeriksaan menuntut presentasi Kartu Nusuk, paspor, serta visa yang masih berlaku.

Makkah sebagai tujuan utama ibadah haji memiliki nilai religius yang tinggi, sehingga otoritas berupaya melindungi kepentingan spiritual jamaah sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan fasilitas.

Jalur alternatif yang tidak melalui pos pemeriksaan resmi dilarang keras, dan aparat keamanan telah menyiapkan unit khusus untuk menindak setiap upaya penyusupan.

Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan otoritas Saudi untuk memastikan distribusi Kartu Nusuk kepada calon haji sejak awal proses pendaftaran, termasuk verifikasi dokumen dan pelatihan singkat.

Hingga akhir April 2024, lebih dari 150.000 Kartu Nusuk telah dikeluarkan untuk jamaah Indonesia, mencerminkan kesiapan Indonesia dalam mematuhi regulasi baru.

Dengan penerapan kebijakan ini, kondisi terbaru menunjukkan bahwa proses masuk Makkah berjalan lancar bagi pemegang Kartu Nusuk lengkap, sementara upaya penyusupan terus ditekan oleh pihak berwenang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.