Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan bahwa jemaah haji Indonesia akan mendapatkan jatah makan sebanyak 15 kali selama puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Makanan yang disediakan mengusung cita rasa khas Nusantara untuk menjaga kenyamanan dan kekhusyukan jemaah dalam menjalankan ibadah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji, Jaenal Effendi, mengungkapkan bahwa distribusi makanan telah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Penyediaan konsumsi telah dilakukan pada tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama masa puncak haji. Selain itu, makanan siap santap mulai didistribusikan ke seluruh hotel tempat menginap jemaah pada tanggal 6 Zulhijah 1447 H.

Pelaksanaan puncak ibadah haji dimulai pada 8 Zulhijah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026, saat jemaah berangkat dari Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf. Selama berada di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, konsumsi jemaah disediakan langsung oleh perusahaan layanan haji Arab Saudi. Setelah jemaah kembali ke hotel, dapur-dapur di Makkah kembali memasok kebutuhan makan mereka.

Jaenal menambahkan, seluruh hidangan yang disajikan berupaya menghadirkan rasa Indonesia agar jemaah merasa lebih dekat dengan suasana rumah. Contohnya adalah hidangan rendang dan telur dengan cita rasa yang sesuai lidah nusantara. Hal ini juga menjadi bentuk perhatian agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang serta tidak terganggu oleh masalah konsumsi.

Pengawasan ketat dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terhadap bahan baku dan keterlibatan juru masak Indonesia dalam proses penyediaan makanan. Upaya ini bertujuan menjaga kualitas rasa, takaran porsi, serta kelancaran distribusi makanan kepada seluruh jemaah. Evaluasi atas dapur konsumsi juga dijalankan secara rutin selama masa penyelenggaraan haji tahun ini.

Jaenal menegaskan bahwa tahun ini merupakan kali pertama Kemenhaj mengelola penyediaan konsumsi secara penuh, sehingga seluruh pihak diharapkan tetap solid agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan maksimal. Keberhasilan distribusi makanan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan mendukung kelancaran ibadah para jemaah Indonesia di tanah suci.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.