Media Kampung – 15 April 2026 | Muhammadiyah membuka Call for Paper Halaqah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dengan mengundang akademisi dan peneliti dari seluruh Indonesia, sebagai bagian dari momentum implementasi penuh KHGT pada tahun 1447 H (2026 M). Inisiatif ini bertujuan menyatukan kajian ilmiah dan keagamaan dalam rangka mengoptimalkan penggunaan kalender Islam terpadu.
Pelaksanaan KHGT pada 1447 H menandai tonggak sejarah integrasi kalender Hijriah yang seragam di seluruh wilayah Indonesia, menggantikan variasi regional yang selama ini menjadi tantangan dalam penentuan hari raya dan penjadwalan kegiatan keagamaan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan akurasi perhitungan astronomi serta memperkuat identitas umat Islam nasional.
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah secara resmi membuka pendaftaran Call for Paper pada 10 April 2026, menyasar para akademisi, peneliti, dan praktisi bidang ilmu agama, ilmu sosial, serta ilmu pengetahuan alam yang memiliki kompetensi terkait kalender Islam. Pengumuman tersebut dipublikasikan melalui portal resmi Muhammadiyah dan media sosial organisasi.
Dengan tema utama “Tantangan dan Peluang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) ke Depan”, kegiatan Halaqah KHGT dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak implementasi, mengidentifikasi hambatan teknis, serta merumuskan peluang inovatif dalam bidang pendidikan, teknologi, dan kebudayaan. Hasil diskusi diharapkan menjadi landasan kebijakan lanjutan bagi pemerintah dan lembaga keagamaan.
Peserta yang diundang meliputi dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana, serta pakar independen yang memiliki publikasi atau pengalaman riset terkait kalender Islam, astronomi, atau sistem penanggalan. Setiap kontribusi harus menyajikan temuan orisinal, analisis kritis, dan rekomendasi praktis yang relevan dengan konteks Indonesia.
Pengajuan makalah dapat dilakukan secara daring melalui portal khusus yang disediakan Muhammadiyah, dengan batas akhir 30 Juni 2026. Setiap naskah wajib berformat PDF, panjang abstrak maksimal 250 kata, dan dilengkapi dengan biografi singkat serta afiliasi institusi. Tidak dipungut biaya pendaftaran, namun penulis diminta menyertakan pernyataan orisinalitas.
Tim reviewer yang terdiri dari pakar kalender Islam, astronom, serta akademisi senior akan menilai makalah berdasarkan kualitas metodologi, kejelasan argumentasi, dan kontribusi terhadap pengembangan KHGT. Seleksi akhir akan menghasilkan 15 makalah terpilih untuk dipresentasikan pada forum Halaqah yang dijadwalkan pada bulan September 2026 di Yogyakarta.
Hasil presentasi akan dikompilasi menjadi buku kerja yang diterbitkan oleh Muhammadiyah dan didistribusikan kepada kementerian terkait, lembaga pendidikan, serta komunitas Muslim internasional. Publikasi ini diharapkan menjadi referensi utama dalam pengembangan kalender Islam yang terstandarisasi secara global.
Kyai H. Ahmad Said, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menyatakan, “Call for Paper ini merupakan langkah strategis untuk menggalang pengetahuan ilmiah dalam rangka memperkuat implementasi KHGT, sekaligus membuka ruang dialog lintas disiplin yang konstruktif.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen organisasi terhadap kolaborasi akademik.
Sejarah panjang upaya standarisasi kalender Hijriah di Indonesia mencatat beberapa percobaan sejak awal abad ke-20, namun belum ada kesepakatan yang bersifat nasional. Dengan peluncuran KHGT dan dukungan akademik melalui Halaqah, diharapkan Indonesia menjadi pionir dalam mengadopsi kalender Islam global yang terkoordinasi.
Saat ini pendaftaran masih terbuka, dan informasi lengkap mengenai persyaratan, prosedur, serta kontak panitia dapat diakses melalui situs resmi Muhammadiyah. Organisasi mengajak seluruh elemen akademik untuk berpartisipasi aktif demi keberhasilan implementasi KHGT ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan