Media Kampung – 16 April 2026 | Maghrib pada Kamis, 16 April 2026, akan terjadi pada pukul 18:19 WIB di Denpasar, Bali, menandai berakhirnya waktu siang dan dimulainya waktu malam bagi umat Islam di wilayah tersebut.
Jadwal resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Bimas Islam mencantumkan waktu Maghrib yang sama untuk wilayah Badung (18:19 WITA) dan Gianyar (18:19 WITA), sehingga seluruh pulau Bali dapat melaksanakan salat Maghrib secara serempak.
Waktu Maghrib merupakan momen penting dalam ibadah harian, karena setelah azan Maghrib umat Muslim melaksanakan salat Maghrib, kemudian melanjutkan aktivitas malam atau bersiap menyambut salat Isya.
Dalam tradisi Islam, azan Maghrib menandai berakhirnya puasa pada hari Ramadan dan menandai pergantian hari dalam kalender Hijriah, sehingga ketepatan waktunya menjadi krusial bagi komunitas Muslim.
Sementara itu, dalam kalender Jawa, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam, artinya ketika Maghrib tiba, hari baru secara hitungan Jawa sudah dimulai.
Menurut Kitab Primbon Jawa Serbaguna karya R. Gunasasmita, tanggal 17 April 2026 yang jatuh pada malam Maghrib akan menjadi Jumat Wage, kombinasi hari Jumat dan pasaran Wage.
Neptu untuk Jumat Wage adalah 10, hasil penjumlahan nilai Jumat (6) dan Wage (4), angka yang diyakini mencerminkan sifat kecerdasan, ketelitian, serta kecenderungan bersikap tertutup dalam berinteraksi.
R. Gunasasmita menambahkan bahwa orang yang lahir pada weton Jumat Wage umumnya memiliki watak teliti, jujur, sabar, serta cenderung pendiam pada pria dan lebih banyak berbicara pada wanita.
Sementara Rini Widayanti dalam bukunya Primbon Wanita menjelaskan bahwa perempuan dengan weton Jumat Wage cenderung pandai menyimpan rahasia, mudah memperoleh rezeki, namun juga dapat menunjukkan sifat kurang setia.
Weton Jumat Wage sering dijadikan pertimbangan dalam menentukan tanggal pernikahan, memulai usaha, atau melaksanakan kegiatan penting, karena dipercaya mempengaruhi hasil dan keberuntungan.
Menjelang maghrib ini, masjid-masjid di Denpasar dan sekitarnya dipadati jamaah yang bersiap menunaikan salat Maghrib, sekaligus menunggu pergantian hari Jawa menjadi Jumat Wage yang penuh makna budaya.
Para pemuka agama mengingatkan umat untuk selalu memeriksa jadwal salat terkini, termasuk waktu Maghrib, guna menjaga ketepatan ibadah dan menghormati tradisi lokal yang mengaitkan maghrib dengan permulaan hari baru dalam kalender Jawa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan