Media Kampung – 16 April 2026 | Kisah Enzo, balita yang alami tonic seizures setelah tenggelam di kolam menjadi sorotan publik setelah insiden pada 5 April 2025 di rumah keluarga di Jakarta Selatan, dimana anak berusia empat tahun tersebut mengalami kecelakaan yang berujung pada cedera otak dan serangan kejang tipe tonic. Kejadian tersebut memicu serangkaian tindakan medis intensif, termasuk perawatan di unit perawatan intensif (ICU) dan terapi sel punca yang saat ini sedang dijalani.

Menurut unggahan resmi orang tua Enzo di Instagram @irenecultura dan @paogesmundo, anak mereka keluar secara tidak sengaja ke halaman belakang dan jatuh ke kolam renang tanpa pengawasan, menyebabkan ia terendam selama beberapa menit sebelum orang tuanya menemukan dan melakukan resusitasi jantung paru (CPR) secara darurat. Tim medis yang tiba di lokasi melaporkan denyut nadi Enzo sangat lemah, sehingga mereka harus melakukan tindakan lanjutan di ruang gawat darurat selama satu jam untuk mengembalikan sirkulasi darah yang stabil.

Setelah stabilisasi sementara, Enzo langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dan dirawat di ruang ICU, di mana ia berada dalam kondisi kritis dengan kebutuhan ventilasi mekanik dan pemantauan oksigenasi yang ketat. Selama masa perawatan intensif, dokter mencatat adanya penurunan fungsi paru kiri, akumulasi lendir, serta suhu tubuh yang terus meningkat, menandakan komplikasi pernapasan yang memperparah kondisi otak yang telah mengalami kekurangan oksigen.

Setelah serangkaian pemeriksaan, termasuk CT scan kepala dan tes elektrokardiogram, tim neurologi mengidentifikasi cedera otak anoksik (anoxic brain injury) yang memicu munculnya pola kejang tonik pada Enzo, sebagaimana terkonfirmasi melalui hasil elektroensefalografi (EEG) yang menunjukkan aktivitas gelombang otak abnormal. Keadaan ini mengarahkan dokter untuk menegakkan diagnosis tonic seizures, suatu bentuk kejang yang ditandai oleh kontraksi otot secara tiba-tiba dan kaku, yang pada anak-anak biasanya berhubungan dengan kerusakan jaringan otak akibat kurangnya suplai oksigen.

Tonic seizures pada anak dapat menimbulkan kehilangan kesadaran, kaku pada anggota tubuh, serta risiko cedera lebih lanjut bila tidak segera ditangani, sehingga penanganan medis yang cepat dan terkoordinasi menjadi sangat penting. Pengobatan konvensional mencakup pemberian antikonvulsan, pemantauan intensif, serta rehabilitasi neurologis untuk mengurangi frekuensi dan intensitas kejang serta memaksimalkan fungsi kognitif yang masih dapat dipertahankan.

Untuk menambah peluang pemulihan, orang tua Enzo memutuskan mengeksplorasi terapi sel punca di Arizona, Amerika Serikat, setelah konsultasi dengan spesialis neuroregenerasi yang menyarankan bahwa sel punca dapat membantu memperbaiki jaringan otak yang rusak melalui proses diferensiasi sel dan pengurangan peradangan. Prosedur tersebut melibatkan pengambilan sel dari sumsum tulang donor, pemrosesan di laboratorium, dan penyuntikan intravena ke dalam aliran darah Enzo, dengan harapan sel-sel tersebut dapat menembus area cedera dan mendukung regenerasi neuron yang terpengaruh.

Selama proses penyembuhan, Mama Irene dan Papa Pao secara rutin membagikan update kondisi Enzo melalui postingan Instagram, menampilkan momen-momen terapi, kunjungan dokter, serta dukungan keluarga besar yang membantu menurunkan beban emosional dan finansial. Komunitas daring, termasuk pembaca portal Popmama, memberikan komentar dukungan, sumbangan, serta informasi mengenai program bantuan kesehatan anak, yang turut memperkuat jaringan sosial bagi keluarga yang tengah berjuang.

Per September 2025, Enzo masih menjalani regimen pengobatan kombinasi antara antikonvulsan, fisioterapi, dan sesi terapi sel punca, dengan hasil EEG terbaru menunjukkan penurunan frekuensi kejang namun belum sepenuhnya normal. Keluarga berharap bahwa perawatan lanjutan serta pemantauan berkala di Oakland Children’s Hospital dan pusat rehabilitasi di Arizona dapat membawa perbaikan jangka panjang bagi kemampuan motorik dan kognitif Enzo, sekaligus menjadi contoh penting bagi orang tua lain dalam menghadapi komplikasi pasca kecelakaan serupa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.