Media Kampung – 16 April 2026 | Pentingnya keikhlasan dan dakwah yang berdampak menjadi sorotan utama dalam agenda Silaturahmi Idulfitri Karyawan PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di Surakarta pada Kamis, 16 April 2026, menjelang berakhirnya bulan Syawal.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais, serta Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bambang Sudjatmiko, yang bersama para pegawai mengisi kultum sebagai bagian dari pertemuan silaturahmi pasca Ramadan.
Bambang menegaskan bahwa tujuan utama ibadah Ramadan adalah memperdalam keikhlasan hati, meningkatkan kualitas ibadah, dan memupuk semangat berbagi kepada sesama, sambil menyiapkan diri untuk melanjutkan dakwah yang lebih efektif di bulan Syawal.
Ia menambahkan, “Keikhlasan bukan sekadar niat pribadi, melainkan landasan kuat bagi setiap aktivitas dakwah agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh hati dan menimbulkan perubahan nyata dalam perilaku umat.”
Konsep keikhlasan dalam dakwah merujuk pada pengabdian tanpa pamrih kepada Allah dan umat, sebagaimana dijelaskan dalam hadis bahwa amal yang paling dicintai adalah yang dilakukan dengan niat ikhlas, bukan demi pujian dunia.
Dalam konteks PP Muhammadiyah Surakarta, dakwah yang berdampak diwujudkan melalui program literasi keagamaan, pelatihan kepemimpinan umat, serta kegiatan sosial yang melibatkan ribuan anggota di berbagai daerah.
Dahlan Rais menekankan, “Syawal adalah momentum penting untuk menilai kembali kualitas ibadah kita, sekaligus memetakan langkah konkret agar dakwah kita tidak sekadar retorika, melainkan menghasilkan dampak yang berkelanjutan.”
Bulan Syawal secara historis dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat niat, menyempurnakan akhlak, dan meluncurkan program-program keagamaan yang berorientasi pada kesejahteraan sosial serta pemberdayaan komunitas.
PP Muhammadiyah secara nasional menargetkan peningkatan partisipasi dakwah sebesar 15 % pada tahun 2026, dengan fokus pada pelatihan keikhlasan, penggunaan media digital, serta kolaborasi lintas organisasi keagamaan.
Rangkaian kegiatan lanjutan meliputi pelatihan lanjutan pada pekan pertama Syawal, serta penilaian dampak program melalui survei kepuasan dan perubahan perilaku peserta selama tiga bulan ke depan.
Dengan semangat keikhlasan yang ditanamkan dalam setiap langkah, PP Muhammadiyah Surakarta berharap dakwah yang dihasilkan tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menghasilkan perubahan sosial yang terukur dan berkelanjutan di era pasca‑Ramadan ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan