Media Kampung – Sebanyak 155 pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya periode 2024-2029 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, pada Minggu malam, 17 Mei 2026. Pelantikan ini menandai langkah baru dalam memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat demi mendorong kemajuan ekonomi di Kota Pahlawan.
Ketua Kadin Surabaya, HM Ali Affandi LNM, menjelaskan bahwa pemilihan Taman Surya sebagai lokasi pelantikan memiliki makna simbolis yang mendalam. Taman Surya dianggap bukan sebagai simbol pemerintahan, melainkan sebagai lambang keterbukaan dan sinergi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan merata oleh semua warga Surabaya.
Dalam sambutannya, Mas Andi, sapaan akrab Ketua Kadin Surabaya, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Surabaya yang dipimpin Wali Kota Eri Cahyadi atas sikapnya yang terbuka dan mendukung ruang sinergi bagi pelaku usaha. Kesempatan menggelar acara di halaman Balai Kota dinilai sebagai penghormatan besar dan tanda Kadin Surabaya hadir sebagai bagian dari masyarakat luas.
Meskipun baru resmi dilantik, Kadin Surabaya di bawah kepemimpinan Mas Andi telah menunjukkan aktivitas yang intens dan progresif. Dalam satu setengah tahun terakhir, organisasi ini telah menjalankan lebih dari 139 agenda strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi iklim bisnis di Surabaya.
Ke depan, Kadin Surabaya fokus memperluas misi dagang baik di dalam negeri maupun internasional. Mereka menjalin kemitraan erat dengan Kadin Jawa Timur untuk mengoptimalkan sektor perdagangan, jasa, dan logistik. Dalam misi dagang ke Malaysia, Kadin Surabaya melihat potensi produk dan usaha lokal yang mampu bersaing di pasar global, menegaskan visi agar Surabaya tidak hanya berorientasi lokal tapi juga menjadi kota berkelas dunia.
Selain pengembangan pasar global, organisasi ini juga menaruh perhatian serius pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kadin ikut berperan sebagai inisiator pembentukan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Program ini diharapkan segera menghasilkan Peraturan Wali Kota terkait vokasi dan pengembangan Rumah Vokasi guna menjawab kebutuhan industri yang semakin menuntut SDM adaptif terhadap teknologi terbaru.
Di tingkat akar rumput, Kadin Surabaya berkomitmen memperkuat ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM. Bekerja sama dengan Klinik Investasi DPMPTSP, Kadin menyediakan berbagai fasilitasi mulai dari kurasi produk, pelatihan peningkatan kelas usaha, hingga pengurusan legalitas penting seperti Nomor Induk Berusaha dan sertifikasi halal. Menurut Mas Andi, UMKM bukan sekadar pelengkap ekonomi, melainkan fondasi utama perekonomian rakyat.
Kadin juga melihat potensi besar dalam sektor olahraga sebagai salah satu pendorong ekonomi modern, khususnya sport tourism. Menyambut Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov) 2027 yang akan digelar di Surabaya, Kadin siap berkolaborasi dengan KONI Surabaya untuk mendongkrak perputaran ekonomi di sektor perhotelan, industri kreatif, dan UMKM selama acara berlangsung. Target kemenangan 250 medali emas juga didukung agar tidak hanya prestasi olahraga yang meningkat, tapi juga kondisi ekonomi masyarakat sekitar ikut terangkat.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin harus menyelaraskan programnya dengan berbagai kebijakan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah. Ia memuji kualitas modal sosial ekonomi Surabaya terutama Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang hampir mencapai angka 84, mencerminkan standar tinggi pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup warga. Namun, Adik mengingatkan bahwa tingginya IPM juga menimbulkan tantangan baru berupa persaingan kerja yang semakin ketat akibat urbanisasi.
Adik meminta Kadin Surabaya untuk mulai mendata kebutuhan kompetensi industri lima tahun ke depan, termasuk peluang kerja di sektor ramah lingkungan. Hal ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja lokal dalam menghadapi persaingan global yang kini sudah masuk ke dalam kota.
Perwakilan Pemerintah Kota Surabaya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Samsul Hadi, menyatakan kesiapan Pemkot untuk mendukung penuh pengurus Kadin yang baru hingga masa bakti berakhir pada 2029. Mengingat Surabaya bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan, kehadiran Kadin dianggap sangat vital. Samsul berharap Kadin dapat menjadi wadah kolaborasi yang inklusif sekaligus mendorong kompetisi usaha yang sehat.
Selain itu, Pemkot mengajak Kadin untuk bersama-sama menyukseskan Porprov Jawa Timur 2027 sebagai ujian sinergi perdana. Samsul menekankan pentingnya semangat gotong royong agar UMKM di Surabaya semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi kota terus meningkat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan