Media Kampung – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi kunci untuk memperkuat hilirisasi sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Ia menjelaskan bahwa KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi yang menghubungkan nelayan, rantai dingin, industri pengolahan, hingga akses pasar.

Trenggono menambahkan bahwa dengan sistem ini, hasil tangkapan nelayan dapat ditangani lebih baik sejak pendaratan hingga distribusi, sehingga mutu produk tetap terjaga. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan sumber daya perikanan memberi manfaat maksimal bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir.

KKP menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 kampung nelayan merah putih pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Tahun 2025 menjadi tonggak awal dengan pembangunan 100 titik, di mana 65 lokasi telah rampung 100 persen. Trenggono menilai Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis pengembangan KNMP karena karakteristik kepulauan, tingginya aktivitas perikanan, serta kedekatan dengan jalur perdagangan internasional.

Program KNMP mengusung konsep klaster yang menghubungkan kawasan nelayan, sentra distribusi, pelabuhan perikanan, unit pengolahan ikan, hingga pasar ekspor. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan nelayan dapat ditingkatkan dan industri perikanan dapat berkembang lebih baik.

Sejumlah lokasi KNMP yang tengah dikembangkan di provinsi tersebut antara lain di Natuna dan Batam. Trenggono berharap bahwa program ini dapat membantu meningkatkan kualitas produk perikanan dan memperluas akses pasar bagi nelayan lokal.

Dalam kunjungannya ke unit pengolahan ikan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Trenggono menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendukung pengembangan KNMP untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memajukan industri perikanan di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.