Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi melakukan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Hal ini diwujudkan melalui perjanjian kerjasama dengan PT Asiana Technologies Lestary yang dilaksanakan di kantor Pemkab Bekasi.
Dalam kerja sama tersebut, PT Asiana Technologies Lestary akan mengolah sampah hingga 1.000 ton per hari menggunakan teknologi landfill mining dan Refuse Derived Fuel (RDF). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kapasitas TPA Burangkeng yang sudah melebihi batas kemampuan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan respons strategis pemerintah daerah terhadap kompleksitas pengelolaan sampah yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah.
Syafri menjelaskan bahwa metode pengelolaan sampah konvensional yang hanya mengandalkan pengumpulan dan pembuangan tidak lagi memadai. Oleh karena itu, teknologi modern seperti landfill mining diterapkan dengan menggali kembali timbunan sampah lama untuk memulihkan kapasitas lahan sekaligus mengolahnya menjadi RDF, bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan batu bara di sektor industri.
Kerja sama ini juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta sejalan dengan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) yang mendorong inovasi teknologi dalam pengurangan sampah serta pemanfaatan nilai ekonominya.
Donny menekankan bahwa program ini mencerminkan penerapan konsep circular economy, di mana sampah dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan energi. Dengan demikian, TPA Burangkeng diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembuangan akhir, melainkan juga berkembang menjadi pabrik energi terbarukan untuk kebutuhan industri di Kabupaten Bekasi.
Saat pelaksanaan teknologi pengolahan ini, aspek lingkungan akan selalu menjadi perhatian utama untuk memastikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan proses ini agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi dapat lebih efektif, mengurangi beban TPA, dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus energi baru bagi daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan