Media Kampung – Paris Saint-Germain (PSG) mengukuhkan diri sebagai juara Ligue 1 musim 2025-2026 setelah menaklukkan pesaing terdekatnya, RC Lens, dengan skor 2-0 pada pertandingan yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Rabu malam, 13 Mei 2026.
Dalam laga yang sangat menentukan ini, PSG yang dipimpin pelatih Luis Enrique membutuhkan minimal satu poin untuk memastikan gelar juara, sementara Lens harus menang agar tetap mempertahankan harapan tipis mereka merebut tahta Ligue 1. PSG memulai pertandingan dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen, menjadikannya tekanan besar bagi Lens yang berada di posisi kedua dengan 67 poin.
PSG berhasil mencetak gol pembuka di babak pertama, memimpin 1-0 saat jeda. Meskipun Lens tampil solid dengan dukungan pulihnya beberapa pemain penting seperti Adrien Thomasson dan Mamadou Sangaré, mereka harus kehilangan Saud Abdulhamid akibat skorsing. Penyerang Odsonne Édouard dan Florian Thauvin menjadi andalan Lens dalam serangan, namun tak mampu menembus pertahanan PSG yang cermat.
Manajer Luis Enrique melakukan rotasi pemain untuk mengantisipasi final Liga Champions melawan Arsenal FC yang akan digelar akhir bulan ini, namun tetap menurunkan pemain kunci seperti Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia sebagai ujung tombak serangan. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor dominasi PSG atas Lens dengan tujuh kemenangan beruntun dalam semua kompetisi.
Dengan tambahan tiga poin ini, PSG kini mengumpulkan 76 poin dari 33 pertandingan, unggul sembilan poin dari Lens yang baru memainkan 33 laga. Ini menandai gelar Ligue 1 kelima berturut-turut bagi PSG dan yang ke-12 dalam 14 musim terakhir. Kesuksesan domestik ini memberikan keuntungan besar bagi PSG untuk fokus menyiapkan diri menghadapi final Liga Champions melawan Arsenal, yang terkenal sebagai rival sengit berdasarkan lima pertemuan terakhir mereka di kompetisi Eropa.
Lens yang sebelumnya memastikan tiket Liga Champions musim depan setelah kemenangan atas Nantes, harus mengakui keunggulan PSG yang lebih konsisten di paruh kedua musim. Mikel Arteta, pelatih Arsenal, kini menghadapi tugas berat karena PSG yang sudah memastikan gelar domestik dapat memusatkan perhatian penuh pada laga final Eropa tanpa beban jadwal liga.
Kemenangan PSG atas Lens tidak hanya menegaskan dominasi mereka di Liga Prancis musim ini, tetapi juga menambah tekanan pada Arsenal jelang duel puncak di Liga Champions pada tanggal 30 Mei mendatang. PSG diprediksi memiliki keunggulan fisik dan taktik berkat waktu persiapan yang lebih optimal dibandingkan klub-klub Premier League yang harus menjalani jadwal padat hingga akhir musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan