Media Kampung – Pertandingan Ligue 1 antara Le Havre dan Metz berakhir dengan skor imbang 4-4, menciptakan drama delapan gol yang mengguncang Stade Océane pada Minggu malam. Kedua tim menampilkan serangan agresif sejak peluit pertama.

Pertandingan digelar pada 27 April 2026 dan menjadi sorotan utama pekan ke-33 kompetisi, dengan kehadiran lebih dari 18.000 penonton yang menyaksikan aksi penuh adrenalin. Kedua klub sedang berjuang menghindari zona degradasi, menambah intensitas pada tiap serangan.

Le Havre membuka skor pada menit ke-7 lewat tembakan jarak dekat oleh forward muda, Jordan Ferri, yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Metz. Namun, respons cepat datang dari Metz ketika striker veteran, Amine Bassi, menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas tak terduga pada menit ke-12.

Setelah jeda singkat, Le Havre kembali unggul lewat gol kepala dari bek tengah, Pierre Dubois, pada menit ke-24, memanfaatkan umpan silang akurat. Metz tidak tinggal diam, dan pada menit ke-31 mereka menyamakan kedudukan lagi melalui serangan balik cepat yang dipimpin oleh gelandang kreatif, Youssef El Khatib.

Babak pertama berakhir dengan skor 2-2, menandakan pertarungan seimbang antara kedua tim. Di babak kedua, Le Havre kembali memimpin lewat gol penalti yang dieksekusi oleh kapten tim, Antoine Lemaire, pada menit ke-58.

Metz membalas dengan gol spektakuler pada menit ke-68, ketika striker muda, Karim N’Diaye, menaklukkan kiper Le Havre dengan tendangan voli dari luar kotak penalti. Gol ini mengembalikan keunggulan sementara bagi Metz.

Pertandingan kembali seimbang pada menit ke-77 setelah Le Havre menyamakan kedudukan lewat serangan kombinasi cepat yang diakhiri dengan tembakan keras dari winger, Lucas Moreau. Tekanan terus meningkat hingga menit-menit akhir.

Detik-detik terakhir menjadi klimaks ketika Metz mencetak gol penentu pada menit ke-89, memanfaatkan kekeliruan pertahanan Le Havre dan mengirim bola ke gawang melalui eksekusi satu-satu oleh pemain tengah, Mohamed Salah. Gol ini memastikan hasil akhir 4-4.

Pelatih Le Havre, Jean-Marc Dubois, menyatakan kekecewaannya dalam konferensi pers, mengatakan, “Kami gagal menahan tekanan di menit-menit krusial, meskipun menunjukkan karakter yang kuat sepanjang pertandingan.”

Sementara itu, pelatih Metz, Laurent Giraud, memuji ketangguhan timnya, menambahkan, “Delapan gol menunjukkan semangat menyerang kami, dan hasil ini memberi dorongan penting dalam perjuangan melawan degradasi.”

Kemenangan imbang ini menempatkan Le Havre pada posisi ke-16 dengan 38 poin, sementara Metz tetap berada di zona 18 dengan 35 poin, keduanya masih berisiko terjun ke zona degradasi. Kedua tim kini menatap pertandingan berikutnya dengan target mengamankan poin.

Secara historis, Le Havre merupakan klub tertua di Prancis dengan tradisi menekankan pengembangan pemain muda, sedangkan Metz dikenal dengan kemampuan bangkit dalam situasi sulit. Pertemuan ini menambah catatan dramatis dalam sejarah kedua klub.

Para suporter Le Havre mengungkapkan kekecewaan namun tetap optimis, menyoroti semangat juang tim meski harus menerima gol penyeimbang di menit akhir. Pendukung Metz merayakan hasil imbang sebagai kemenangan moral yang penting.

Tidak ada cedera serius yang dilaporkan, namun Le Havre kehilangan gelandang tengah karena kelelahan pada menit ke-85, sementara Metz menahan pemain sayap mereka karena ketegangan otot. Kedua tim akan mengelola kebugaran menjelang pertandingan selanjutnya.

Le Havre akan menghadapi Lille pada pekan berikutnya, sementara Metz akan beradu melawan Rennes, dua laga yang diprediksi akan menentukan nasib mereka di klasemen. Hasil 4-4 ini tetap menjadi sorotan utama minggu ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.