Media Kampung – Pelatih asal Turki, Bülent Karslıoğlu, menyatakan keinginannya agar final Proliga 2026 dilangsungkan di Jakarta dan menegaskan dukungan pada format best-of-three. Ia menilai penempatan kota ibukota dapat meningkatkan standar fasilitas serta akses bagi penonton internasional.
Keberhasilan Jakarta Pertamina Enduro meraih gelar juara berulang kali pada musim ini menambah tekanan bagi penyelenggara untuk mempertimbangkan lokasi final yang lebih representatif. Kemenangan tim diperoleh setelah mengalahkan Gresik Phonska Plus dengan skor 3-0 pada dua leg di Yogyakarta.
Menurut Karslıoğlu, perubahan format menjadi best-of-three memberi peluang strategis yang lebih adil bagi kedua tim. Format tersebut mengurangi beban fisik pemain dan memungkinkan adaptasi taktik yang lebih cepat antar leg.
Pelatih mencontohkan bahwa dalam leg pertama, Pertamina Enduro sempat terpaksa menyesuaikan sistem setelah kehilangan satu set, namun berhasil mengembalikan dominasi pada set selanjutnya. Hal ini membuktikan pentingnya fleksibilitas taktik dalam skenario best-of-three.
Kritik utama Karslıoğlu terletak pada kondisi arena yang kurang memadai, terutama suhu udara yang tinggi di GOR Amongrogo. Ia berpendapat bahwa pemindahan final ke Jakarta akan memberikan pendinginan yang optimal serta fasilitas medis yang lebih lengkap.
Selain faktor suhu, Karslıoğlu menyoroti kurangnya ruang media dan area VIP yang standar internasional di lokasi saat ini. Jakarta, sebagai pusat transportasi dan akomodasi, dapat menyelesaikan kendala tersebut secara efisien.
Dalam wawancara dengan media, Karslıoğlu menambahkan, “Kami bermain untuk klub, keluarga, dan diri sendiri, namun tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, performa maksimal sulit dicapai.” Pernyataan tersebut menegaskan hubungan antara kualitas fasilitas dan hasil kompetitif.
Ia juga menekankan bahwa format best-of-three harus dipertahankan karena memberikan kejelasan hasil dalam waktu singkat, menghindari kelelahan pemain pada pertandingan panjang. Dengan tiga leg maksimal, penonton dapat menikmati aksi intens tanpa menunggu terlalu lama.
Data statistik Proliga 2026 menunjukkan rata-rata durasi satu leg sekitar 90 menit, sehingga total waktu kompetisi tidak melebihi lima jam bila final diselenggarakan dalam format best-of-three. Angka ini lebih bersahabat bagi penyiar televisi dan sponsor yang menginginkan slot iklan terstruktur.
Karslıoğlu juga mengusulkan penambahan layanan pendingin udara dan ventilasi modern di arena final bila tetap di Yogyakarta, namun ia menilai solusi jangka panjang lebih tepat di Jakarta. Ia mengingatkan bahwa liga kini menarik penonton dari berbagai negara, sehingga standar internasional menjadi keharusan.
Pihak PBVSI menyambut baik usulan pelatih dengan catatan akan melakukan evaluasi lokasi final tahun depan. Mereka menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan demi pertumbuhan olahraga voli putri di Indonesia.
Sementara itu, pemain kunci seperti Tisya Amallya Putri mengekspresikan rasa terima kasih atas dukungan teknis dan taktik yang diberikan pelatih. Mereka berharap keputusan venue dapat memperkuat semangat juara di musim mendatang.
Jika final dipindahkan ke Jakarta, estimasi kehadiran penonton internasional diproyeksikan naik 30% dibandingkan lokasi sebelumnya. Peningkatan tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan tiket serta eksposur sponsor.
Karslıoğlu menutup dengan menegaskan, “Kami siap berkompetisi di mana pun, namun fasilitas yang layak adalah hak semua tim.” Ia berharap usulan ini menjadi bahan pertimbangan serius bagi penyelenggara.
Dengan dukungan format best-of-three dan venue yang optimal, Jakarta Pertamina Enduro diperkirakan akan terus mendominasi Proliga dalam beberapa tahun ke depan. Keberlanjutan prestasi tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk berkarir di cabang voli.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan