Media Kampung – Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif terhadap seorang warga Banyuwangi yang hanyut saat mandi di Sungai Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.

Insiden terjadi pada Minggu, 26 April 2024 sekitar pukul 16.00 WIB, ketika korban bernama Buyang, 35 tahun, sedang mandi di sungai.

Buyang berasal dari Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, dan dilaporkan terseret arus deras sehingga menghilang dari pandangan.

Laporan pertama diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi dari Bripka Dwi, Kanit Polsek Sempolan, pada pukul 19.20 WIB.

Setelah menerima laporan, satu tim rescue dari Pos SAR Jember beranggotakan lima personel berangkat ke lokasi pada pukul 19.39 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menegaskan bahwa personel dan peralatan teknis lengkap telah dikerahkan untuk operasi.

“Setelah menerima informasi, tim dari Pos SAR Jember segera bergerak ke lokasi,” kata Oka dalam keterangan pada Senin, 27 April 2024.

Operasi melibatkan Basarnas Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Sempolan, Babinsa Sempolan, serta bantuan sukarela masyarakat sekitar.

Tim SAR menggunakan perahu motor, jaring, dan peralatan penyelamatan air untuk menelusuri aliran sungai yang berarus kuat.

Cuaca di lokasi pada hari pencarian tercatat cerah berawan, namun arus sungai tetap menjadi faktor risiko utama.

Petugas melakukan penyisiran secara sistematis dari hulu ke hilir, dengan memperhatikan titik-titik rapat arus yang berpotensi menjerat korban.

Selama proses pencarian, tim SAR juga melakukan koordinasi dengan pemukiman setempat untuk memperoleh informasi tambahan tentang lokasi terakhir korban.

Saksi mata melaporkan bahwa korban terlihat terakhir saat masuk ke bagian sungai yang berbatu, sebelum arus menguat secara tiba-tiba.

Tim medis standby di pos SAR Jember siap memberikan pertolongan pertama apabila korban ditemukan dalam kondisi kritis.

Jika korban tidak ditemukan dalam waktu yang ditetapkan, operasi akan dilanjutkan hingga pagi hari dengan menambah personel tambahan.

Pihak kepolisian setempat juga turut serta dalam pencarian, mengamankan area sekitar sungai untuk menghindari bahaya tambahan.

Sejumlah relawan lokal membantu menyiapkan perlengkapan, memberi makan tim, serta menyediakan penerangan pada malam hari.

Tim SAR menekankan pentingnya kehati-hatian saat mandi atau aktivitas di sungai yang memiliki arus deras, terutama pada musim hujan.

Hingga saat ini, pencarian masih berlangsung dan pihak berwenang berharap korban dapat ditemukan selamat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.