Media Kampung – Polres Lumajang, Jawa Timur, terus meningkatkan langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja melalui kolaborasi dengan lembaga sekolah di Tempursari. Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno, menegaskan peran penting guru dalam mengawasi perilaku siswa baik di dalam maupun di luar sekolah guna meminimalisir risiko penyalahgunaan narkoba dan pengaruh negatif lainnya.
Dalam pertemuan dengan para guru SMA Mataram di ruang kerja Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno memberikan imbauan agar sekolah membatasi penggunaan ponsel selama jam belajar. Pembatasan ini bertujuan agar siswa tidak terpengaruh oleh konten negatif di media sosial dan menghindari potensi kejahatan digital yang semakin marak terjadi.
“Kami mendorong para guru untuk memperketat pengawasan terhadap siswa, termasuk dalam hal penggunaan ponsel di lingkungan sekolah. Hal ini penting agar mereka dapat lebih fokus pada kegiatan belajar dan terlindungi dari pengaruh buruk dunia digital,” ujarnya pada Rabu, 15 April 2026.
Lebih lanjut, Kapolsek juga mengajak pihak sekolah memperkuat sinergi dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan agar siswa memahami dampak negatif narkoba dan kenakalan remaja sejak dini. Menurutnya, edukasi yang konsisten menjadi kunci untuk menjaga generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam bahaya tersebut.
Selain itu, Iptu Sukirno mengingatkan para guru untuk mengedukasi siswa tentang bahaya penipuan melalui media sosial yang kian marak. Pemahaman yang diberikan diharapkan mampu membuat siswa lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pihak SMA Mataram menyambut baik inisiatif kerja sama dengan kepolisian. Mereka berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan agar tercipta lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh siswa.
“Dengan dukungan dari kepolisian, kami optimis angka kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba akan berkurang. Selain itu, kesadaran para siswa terhadap keamanan diri di era digital juga semakin meningkat,” ungkap perwakilan SMA Mataram.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama antara aparat kepolisian dan lembaga pendidikan dalam membangun lingkungan yang sehat dan aman bagi pelajar di Tempursari, Lumajang. Upaya pencegahan yang melibatkan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan