Media Kampung – Jumlah kejadian temperan kereta api di Daerah Operasi 9 Jember mengalami penurunan drastis selama periode Januari hingga April 2026. Berdasarkan data resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember, kasus temperan turun dari sembilan pada tahun sebelumnya menjadi hanya tiga kejadian pada tahun ini.

Penurunan ini menunjukkan keberhasilan upaya mitigasi keselamatan yang dilakukan oleh KAI bersama berbagai pihak terkait. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar jalur kereta api.

Sepanjang tahun 2026, KAI Daop 9 telah menggelar 72 kali kegiatan sosialisasi keselamatan di wilayah jalur rel dan perlintasan sebidang. Sasaran edukasi meliputi masyarakat umum, pengguna jalan, dan pelajar guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan saat melintasi jalur kereta api.

Selain sosialisasi, langkah preventif lain yang diambil adalah penutupan tiga perlintasan liar yang dianggap berisiko tinggi terhadap keselamatan operasional kereta api. Penutupan dilakukan di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi untuk mengurangi potensi kecelakaan di area tersebut.

KAI Daop 9 juga melakukan penyempitan perlintasan serta normalisasi jalur rel di beberapa titik strategis. Upaya ini bertujuan meminimalisir kemungkinan terjadinya temperan antara pengguna jalan dan kereta api, khususnya di jalur rel antara Kalisetail-Temuguruh dan Jember-Arjasa.

Untuk memperkuat imbauan keselamatan, banner peringatan dipasang di 21 titik perlintasan di wilayah Daop 9. Cahyo menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada operator, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan saat melintasi jalur rel.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintasi perlintasan sebidang serta memberikan prioritas bagi kereta api yang melaju. KAI juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan dan melanggar peraturan perkeretaapian yang berlaku.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, KAI Daop 9 Jember optimis dapat terus menekan angka kejadian temperan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah operasionalnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.