Media Kampung – Pemkab Jember menyiapkan total 70 bus untuk mendukung keberangkatan jamaah calon haji (JCH) yang dijadwalkan pada 14‑16 Mei 2026. Penyiapan ini ditujukan agar seluruh jamaah asal Jember dapat berangkat secara tertib dan tepat waktu.
Bus tersebut akan melayani sembilan kloter reguler, yakni kloter 90 sampai kloter 98, yang berangkat bertahap mulai Kamis hingga Sabtu. Setiap kloter terdiri dari ratusan jamaah yang akan dipindahkan dari titik kumpul ke pelabuhan Sukolilo, Surabaya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menegaskan, “Kami menyiapkan 70 unit bus untuk mengangkut seluruh jamaah calon haji Jember yang berjumlah 2.956 orang.” Pernyataan itu menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyokong ibadah haji.
Selain armada utama, Pemkab Jember juga menyiapkan beberapa bus kecil dan dua mobil elf untuk melayani kloter cadangan 71, 85, dan 86 yang berangkat lebih awal pada 9 dan 13 Mei 2026. Kendaraan tambahan ini memastikan cadangan yang terpilih tetap memiliki sarana transportasi yang memadai.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, menambahkan, “Seluruh armada transportasi bagi jamaah reguler maupun cadangan merupakan dukungan nyata dari Pemkab Jember.” Ia juga mengapresiasi alokasi anggaran bagi transportasi haji.
Mekanisme pemberangkatan bagi jamaah cadangan berbeda; mereka membawa koper langsung ke pelabuhan, sementara jamaah reguler diangkut secara terpisah oleh armada bus. Pemisahan ini dimaksudkan untuk memperlancar proses boarding di pelabuhan Sukolilo.
Titk kumpul resmi meliputi kantor kecamatan, kantor Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta beberapa pondok pesantren di wilayah Jember. Dari lokasi-lokasi tersebut, bus akan berangkat tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
JCH merupakan tahapan penting bagi umat Muslim yang menyiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji, dan pemerintah daerah biasanya mengatur logistik secara terpusat. Persiapan transportasi ini mencerminkan upaya Pemkab Jember untuk mengurangi beban finansial jamaah.
Pengaturan kapasitas penumpang mengacu pada pedoman pemerintah pusat yang menekankan keselamatan dan kepatuhan protokol kesehatan. Dengan mematuhi standar tersebut, Pemkab Jember berharap dapat menghindari penumpukan dan memastikan jarak aman di dalam kendaraan.
Dengan 70 bus siap beroperasi, diharapkan seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar, aman, dan sesuai jadwal. Pemerintah daerah juga menyiapkan tim pendamping untuk mengatasi potensi kendala di lapangan.
Hingga kini, seluruh armada telah melakukan uji jalan dan dijadwalkan berangkat dari titik kumpul pada hari pertama, Kamis 14 Mei 2026. Pemkab Jember menegaskan kesiapan penuh demi kelancaran ibadah haji jamaahnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan