Media Kampung – Penerbangan dari Bandara Notohadinegoro Jember menuju Bali masih belum beroperasi sementara waktu. Kondisi ini disebabkan oleh lonjakan harga avtur yang dipicu oleh situasi global saat ini.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menyampaikan bahwa saat ini penerbangan yang aktif dari Bandara Notohadinegoro hanya rute Jember–Jakarta. Sementara itu, penerbangan ke Bali masih dalam status berhenti sementara karena harga avtur yang naik hingga dua kali lipat.
Gatot menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong agar penerbangan rute Jember–Bali dapat segera kembali beroperasi dalam waktu dekat. Ia optimistis rute tersebut akan kembali aktif dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Selama periode empat bulan sebelumnya, rata-rata tingkat okupansi penerbangan Jember–Bali mencapai 39,9 persen. Angka ini menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya mengaktifkan kembali rute tersebut.
Sementara itu, penerbangan rute Jember–Jakarta yang sempat terhenti karena perawatan rutin selama tiga minggu, telah kembali beroperasi sejak 5 Mei 2026. Gatot menyebutkan bahwa perawatan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Selain itu, harga tiket untuk penerbangan pulang pergi Halim–Jember kini lebih terjangkau, turun dari sekitar Rp1,48 juta menjadi Rp1,32 juta. Penurunan harga ini diharapkan bisa meningkatkan minat penumpang untuk menggunakan rute tersebut.
Ke depan, Bandara Notohadinegoro Jember akan memiliki tiga rute penerbangan aktif, yakni Jember–Jakarta, Jember–Bali, dan Jember–Surabaya. Rute Jember–Surabaya direncanakan mulai beroperasi dalam waktu dekat sebagai bagian dari pengembangan layanan bandara.
Pemkab Jember tampak serius mendukung kelancaran transportasi udara demi menunjang mobilitas dan aktivitas warga, meskipun masih menghadapi tantangan kenaikan biaya operasional akibat harga avtur yang tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan