Media Kampung – Musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur diperkirakan akan berlangsung dengan kondisi yang lebih ekstrem. Hingga saat ini, Bondowoso tercatat sebagai satu-satunya daerah yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Perkiraan cuaca tersebut disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur yang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap dampak kemarau yang diprediksi lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan krisis air bersih di beberapa wilayah, terutama yang selama ini sudah mengalami kesulitan air saat musim kemarau.
Bondowoso menjadi daerah pertama yang secara resmi mengajukan permintaan bantuan suplai air bersih ke Pemprov Jatim. Permohonan ini diajukan sebagai langkah antisipatif untuk menghadapi kekeringan yang mulai dirasakan oleh warga di beberapa kecamatan. Hingga saat ini, belum ada kabupaten atau kota lain yang mengajukan permintaan serupa, meskipun potensi kekeringan juga mengancam wilayah lain di Jawa Timur.
BPBD Jatim terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam menangani dampak kemarau panjang. Mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan air dan melakukan langkah-langkah konservasi agar ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh daerah di Jawa Timur untuk segera melakukan evaluasi dan perencanaan terkait cadangan air bersih. Pemerintah Provinsi mengharapkan daerah lain segera mengajukan bantuan jika mengalami kesulitan, guna mempercepat penanganan dan mencegah dampak yang lebih luas akibat kekeringan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan