Media Kampung – Jalan di Kecamatan Tlogosari, Bondowoso rusak karena truk tebu, sehingga Kades bersama warga memutuskan perbaikan swadaya.
Pertemuan berlangsung pada Rabu 29 April 2026, melibatkan puluhan warga dan pengusaha tebu di kantor Kecamatan Tlogosari.
Forkopimca setempat turut hadir untuk memfasilitasi diskusi mengenai langkah-langkah perbaikan jalan secara mandiri.
Sebelumnya warga telah melakukan swadaya di tiga desa, yaitu Sulek, Trotosari, dan Gunosari, untuk menanggulangi kerusakan.
Mereka berharap pengusaha tebu yang rutin melintas dapat memberikan kontribusi finansial bagi perbaikan.
Kepala Desa Trotosari, Bramono Eko Putra, menjelaskan bahwa dana swadaya warga selama ini menutupi biaya perbaikan.
Anggaran dari pemerintah kabupaten belum tersedia karena jalan tersebut termasuk kategori jalan kabupaten.
Kerusakan yang terjadi hampir sepuluh tahun, dengan panjang kurang tiga kilometer, mengganggu mobilitas masyarakat.
Sejak Maret 2026, perbaikan awal telah dilaksanakan dari Sulek bawah hingga Sulek atas.
Setiap musim panen tebu, truk melintasi jalan tersebut, menambah keparahan kerusakan.
Warga biasanya menambal jalan dengan rabet atau menuang beton sederhana sebagai solusi sementara.
Pada pertemuan itu disepakati setiap pengusaha tebu menyumbang Rp500.000 per hektar lahan tebu yang dikelola.
Total sumbangan diharapkan cukup untuk menutupi biaya perbaikan di ketiga desa yang terdampak.
Perwakilan pengusaha, Mistari, menyatakan tidak keberatan dan menilai manfaat bagi kelancaran usahanya.
Ia menekankan bahwa akses jalan yang baik mempercepat pengiriman hasil panen ke pabrik.
Selain keuntungan komersial, perbaikan jalan juga meningkatkan mobilitas sehari-hari warga setempat.
Pemerintah kecamatan mendukung dengan menyediakan tenaga kerja sukarela untuk proses perbaikan.
Forkopimca mengkoordinasi logistik material, termasuk semen, batu split, dan peralatan sederhana.
Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu dua minggu, tergantung pada kondisi cuaca.
Warga berharap hasil kerja dapat mengurangi beban biaya perbaikan tahunan di masa depan.
Kades Bramono menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pengusaha, dan pemerintah daerah.
Ia menambahkan bahwa jalan yang terawat dapat meningkatkan potensi ekonomi daerah secara signifikan.
Hingga kini, sumbangan telah terkumpul dan pekerjaan perbaikan mulai digalakkan pada awal Mei 2026.
Kondisi jalan diproyeksikan kembali berfungsi optimal menjelang musim panen tebu berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan