Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan gas LPG bersubsidi di tengah keluhan masyarakat akan kelangkaannya. Sidak ini dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, pada Selasa (24/3/2026) di dua lokasi, yakni SPPBE Sentosa Gasindo Raya di Desa Selokgondang dan PT Sinar Agung Putra Abadi di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Jogotrunan.
Kegiatan ini dilakukan setelah banyaknya laporan dari masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Indah Amperawati menjelaskan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa pasokan elpiji di wilayah tersebut sebenarnya dalam kondisi aman dan bahkan melebihi kuota dari pemerintah pusat.
“Pasokan elpiji 3 kilogram itu sebenarnya normal, bahkan dilebihi dari pusat. Saya sudah cek langsung bersama Polres dan Hiswana Migas, dan pasokan aman,” ungkapnya. Bupati juga menambahkan bahwa lonjakan permintaan menjelang Lebaran menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan yang dirasakan oleh masyarakat.
Indah menjelaskan bahwa banyak warga yang membeli gas dalam jumlah lebih besar dari biasanya, misalnya empat hingga lima tabung, karena khawatir tidak bisa membeli saat hari libur. Hal ini menyebabkan warga lain yang hanya membutuhkan satu tabung menjadi kesulitan untuk mendapatkannya.
Untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan kenaikan harga di tingkat pengecer, pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan secara intensif. Kabag Log Polres Lumajang, Kompol Eko Basuki, menegaskan bahwa seluruh jajaran polsek akan melakukan pengecekan ke pengecer dan tidak akan membiarkan adanya penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Kompol Eko juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak membeli dalam jumlah berlebihan. Ia memastikan bahwa distribusi elpiji di Lumajang berjalan lancar dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Hari ini saja sudah diberangkatkan sekitar 17 ribu tabung, sebelumnya 12 ribu tabung. Rata-rata distribusi harian mencapai 39 ribu hingga 40 ribu tabung. Jadi kami pastikan aman,” ujarnya.
Polres Lumajang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terus memantau distribusi elpiji untuk memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan. Mereka berkomitmen untuk menjaga agar pasokan elpiji tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan