Media Kampung – 15 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Cipta Karya menyatakan akan memulai proses rehabilitasi dua rumah warga yang terbakar di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, dengan alokasi anggaran sekitar Rp20 juta untuk masing‑masing rumah. Wabup Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, mengumumkan rencana tersebut saat meninjau lokasi kebakaran pada Rabu, 15 April 2026.
Selain perbaikan struktural, Wabup sekaligus menyerahkan bantuan langsung berupa kompor gas, kasur, sembako, makanan siap saji, selimut, serta paket perlengkapan makanan yang disiapkan oleh BPBD Bondowoso untuk membantu pemulihan korban. Dua rumah yang terbakar milik H. Munir dan Bu Nawawi, keduanya warga setempat, menjadi fokus utama dalam program bantuan ini.
Salah satu korban, Ibu Nawawi, sempat berusaha masuk kembali ke dalam rumah saat proses pemadaman untuk menyelamatkan uang tunai sekitar Rp6 juta yang disimpan di lemari, uang tersebut merupakan hasil penjualan dua ekor anak sapi dua pekan sebelumnya dan direncanakan untuk renovasi rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu. Upaya tersebut berakhir tragis ketika api kembali melalap area lemari, mengakibatkan hilangnya seluruh uang tersebut.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 10.15 WIB, namun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan karena saksi memberikan keterangan yang berbeda, ada yang menyebutkan korsleting listrik sementara yang lain mengaitkan kebakaran dengan pembakaran sampah.
Penanganan kebakaran melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk warga setempat, TNI, Polri, pemerintah desa, serta tim pemadam kebakaran Bondowoso yang bersama‑sama melakukan pemadaman dan evakuasi korban. Upaya kolaboratif ini berhasil menghentikan penyebaran api dalam waktu singkat meski kondisi cuaca pada saat itu cukup kering.
Tim teknis Dinas Perkim telah menyusun jadwal perbaikan yang diproyeksikan selesai dalam beberapa minggu mendatang, dengan prioritas pada struktur bangunan, instalasi listrik, dan penataan interior yang aman. Seluruh proses akan dipantau secara berkala oleh petugas lapangan untuk memastikan penggunaan dana tepat sasaran dan kualitas pekerjaan sesuai standar.
Dalam kesempatan yang sama, As’ad Yahya Safi’i menegaskan komitmen pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mempercepat pemulihan korban serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa di masa depan. Ia menambahkan bahwa program rehabilitasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko kebakaran pada rumah‑rumah yang masih banyak dibangun dengan material kayu tradisional.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa kedua rumah telah dibersihkan dari puing, sementara keluarga korban sementara tinggal bersama kerabat atau di rumah dinas yang disediakan pemerintah, menunggu dimulainya proses rekonstruksi. Pemerintah daerah juga berencana mengadakan sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran kepada masyarakat desa sebagai langkah preventif tambahan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan