Bupati Sebut Dukungan Infrastruktur Jadi Harapan Peningkatan Produksi Gula di Blitar

Media Kampung – Dalam pembukaan musim giling tebu 2026 PT Rejoso Manis Indo (RMI), Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan bahwa Bupati Sebut Dukungan Infrastruktur Jadi Harapan Peningkatan Produksi Gula di Blitar. Hal ini dikarenakan kondisi infrastruktur jalan yang masih banyak mengalami kerusakan berpotensi menghambat kelancaran distribusi tebu dari lahan petani menuju pabrik gula. Sebagai bagian dari program strategis nasional ketahanan pangan, sektor gula sangat memerlukan dukungan penuh, terutama dari sisi sarana transportasi yang memadai.

Peran Infrastruktur dalam Mendukung Produksi Gula

Bupati Rijanto mengungkapkan bahwa infrastruktur jalan yang rusak menjadi salah satu kendala utama bagi petani tebu dalam mengangkut hasil panen mereka. Jalan yang tidak layak tentu menimbulkan risiko keterlambatan dan kerusakan selama proses distribusi, sehingga dapat menurunkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, kelancaran angkutan hasil pertanian menjadi faktor penting yang harus dijaga agar target peningkatan produksi gula dapat terealisasi dengan baik.

“Permasalahan yang kita hadapi untuk petani tebu ini salah satunya tergantung dari infrastruktur dan kelancaran angkutan. Jalan yang rusak tentu berpengaruh terhadap distribusi hasil panen,” ujar Rijanto.

Upaya Pemerintah Daerah dalam Penanganan Infrastruktur

Pemkab Blitar bersama DPRD telah berupaya melakukan perbaikan jalan secara bertahap melalui APBD. Namun, menurut Bupati Rijanto, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi hambatan signifikan dalam melakukan perbaikan infrastruktur secara maksimal. Pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat juga turut mempengaruhi kemampuan anggaran daerah.

“Sudah kami programkan mana yang dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Tetapi kemampuan APBD memang terbatas, apalagi setelah adanya pengurangan dana transfer dari pusat,” jelasnya.

Harapan Dukungan Pemerintah Pusat

Bupati Rijanto juga menyampaikan telah mengupayakan komunikasi dengan kementerian terkait untuk mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat terhadap kondisi infrastruktur di Kabupaten Blitar. Dukungan tersebut dianggap sangat penting mengingat Blitar merupakan salah satu daerah penyangga sektor pangan nasional.

“Harapan kami ada perhatian dan dukungan pemerintah pusat untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Dampak Positif Perbaikan Infrastruktur bagi Sektor Pertanian

Lebih lanjut, Bupati Rijanto menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tidak hanya berdampak pada distribusi tebu, tetapi juga akan mendukung sektor pertanian lainnya seperti peternakan ayam, telur, susu, serta hortikultura yang menjadi andalan daerah. Dengan infrastruktur yang semakin baik, distribusi hasil pertanian akan semakin lancar dan kesejahteraan petani pun diharapkan meningkat.

“Kalau infrastrukturnya semakin baik, distribusi hasil pertanian juga semakin lancar dan kesejahteraan petani akan ikut meningkat,” pungkasnya.

Kesimpulan

Pernyataan Bupati Blitar dalam pembukaan musim giling tebu 2026 PT Rejoso Manis Indo menegaskan bahwa Bupati Sebut Dukungan Infrastruktur Jadi Harapan Peningkatan Produksi Gula di Blitar. Infrastruktur jalan yang memadai menjadi faktor kunci untuk mendukung kelancaran distribusi hasil panen dan meningkatkan produktivitas sektor gula, yang merupakan bagian penting dari ketahanan pangan nasional. Meskipun pemerintah daerah telah berupaya melalui APBD, keterbatasan anggaran mengharuskan adanya bantuan dari pemerintah pusat. Dengan dukungan tersebut, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat dipercepat sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di sektor gula, tetapi juga di seluruh sektor pertanian di Kabupaten Blitar, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah secara menyeluruh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.