Media Kampung – Samanhudi Anwar resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026-2030. Dalam kesempatan ini, ia menyinggung adanya dugaan intervensi dari Pemerintah Kota Blitar dalam proses Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI yang baru saja berlangsung.

Proses pemilihan Ketua KONI Kota Blitar sempat memanas karena adanya indikasi keterlibatan aktif dari pihak Pemkot Blitar dalam mengarahkan hasil Musorkot. Samanhudi yang terpilih secara aklamasi tersebut menilai bahwa usaha ‘cawe-cawe’ atau campur tangan yang dilakukan oleh Wali Kota Blitar tidak memberikan hasil sesuai keinginannya. Ia menyebut bahwa jagoan Wali Kota kalah dalam pemilihan tersebut.

Dalam pernyataannya, Samanhudi secara terbuka menegaskan bahwa KONI harus berjalan independen tanpa intervensi dari pihak manapun, termasuk pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan otonomi organisasi olahraga agar dapat berkembang secara sehat dan profesional. “Jangan sampai campur tangan justru membuat proses demokrasi di KONI menjadi tidak fair,” ujar Samanhudi.

Musorkot KONI Kota Blitar yang digelar baru-baru ini menjadi momen penting dalam menentukan kepengurusan baru yang akan memimpin organisasi olahraga di kota tersebut selama empat tahun ke depan. Kemenangan Samanhudi Anwar menunjukkan dukungan kuat dari anggota KONI terhadap kepemimpinannya dan kepercayaan pada visi serta program yang ditawarkan.

KONI Kota Blitar merupakan wadah utama dalam mengembangkan olahraga di tingkat kota, sehingga kepemimpinan yang efektif dan bebas dari tekanan eksternal sangat dibutuhkan. Samanhudi berjanji akan fokus meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan memperkuat sinergi antar cabang olahraga di Blitar.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa proses musyawarah dan pemilihan Ketua KONI berjalan dengan lancar meskipun ada dinamika politik yang cukup ketat. Samanhudi kini tengah menyiapkan program kerja yang konkret untuk mendongkrak prestasi olahraga di Kota Blitar serta memperbaiki tata kelola organisasi agar lebih transparan dan akuntabel.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.