Media Kampung – 12 April 2026 | Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengumumkan program baru untuk mengubah gaya kerja pegawai negeri dengan mengutamakan penggunaan sepeda dalam perjalanan kerja. Program ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan meningkatkan kesehatan fisik ASN.
Inisiatif tersebut diluncurkan pada Sabtu 11 April, bertepatan dengan upaya kota dalam meningkatkan efisiensi operasional pemerintah daerah. Wali Kota menekankan bahwa bersepeda ke kantor merupakan langkah sederhana yang dapat memberi dampak signifikan bila diterapkan secara kolektif.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, semua unit kerja di lingkungan Pemkot Blitar diminta menyusun rencana implementasi, termasuk penyediaan tempat parkir sepeda yang aman dan nyaman. Pemerintah kota juga berjanji akan memperbanyak fasilitas pendukung seperti jalur sepeda dan perawatan rutin.
Wali Kota menegaskan bahwa perubahan ini bersifat sukarela, namun akan mendapat apresiasi khusus bagi ASN yang konsisten menggunakan sepeda. “Kami ingin melihat budaya bersepeda menjadi bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar aksi satu kali,” ujarnya.
Selain promosi sepeda, Wali Kota juga meninjau penggunaan kendaraan patroli (patwal) dalam tugas luar kota. Ia mengaku telah membatasi penggunaan patwal pada kegiatan resmi dan tidak membawanya saat melakukan perjalanan dinas ke luar kota.
Kebijakan pembatasan patwal diharapkan dapat menekan biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan dinas. “Patwal hanya diperlukan untuk keperluan protokol, sehingga penggunaannya harus selektif,” jelasnya.
Penghematan yang dihasilkan dari kedua inisiatif ini diharapkan dapat dialokasikan kembali ke program pembangunan lain, seperti peningkatan infrastruktur publik. Pemerintah kota menilai bahwa efisiensi internal dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Pengalaman kota lain yang telah sukses mengadopsi program serupa menjadi acuan, misalnya kota Yogyakarta yang melaporkan penurunan konsumsi BBM sebesar 12 persen setelah mendorong ASN bersepeda. Blitar berharap dapat meniru hasil positif tersebut.
ASN yang berpartisipasi diminta melaporkan frekuensi penggunaan sepeda melalui aplikasi internal yang akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan. Data tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.
Wali Kota menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya contoh kepemimpinan dari atas. “Jika kami sebagai pemimpin dapat menerapkan pola hidup sederhana, maka ASN dan masyarakat akan lebih mudah mengikutinya,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Blitar berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih hemat energi, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan budaya bersepeda di kalangan pegawai negeri dan warga kota. Keberhasilan program akan bergantung pada partisipasi aktif semua pihak terkait.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan