Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan investasi senilai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun akan digelontorkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah modern. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 dan beroperasi pada April 2028.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan, fasilitas pengolahan sampah berteknologi tinggi itu tidak hanya mampu mengolah sampah dari wilayah Jember, tetapi juga berpotensi membantu kabupaten lain di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. “Kalau ini sudah berjalan dengan baik, maka persampahan di Jember akan sangat terselesaikan,” katanya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Dukungan Pemerintah Pusat
Fawait menyebut keberhasilan menarik investasi tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat yang menempatkan persoalan sampah sebagai agenda prioritas nasional. Hanya sekitar 20 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan untuk program ini. Jember menjadi salah satu daerah yang difasilitasi pemerintah pusat dalam penanganan sampah.
Solusi Jangka Panjang atas Bom Waktu Sampah
Menurut Fawait, persoalan sampah di Jember merupakan masalah lama yang tidak bisa lagi ditunda. Ia menyinggung kewajiban penghentian sistem open dumping yang sudah diamanatkan pemerintah pusat sejak lebih dari satu dekade lalu. “Persoalan sampah ini adalah bom waktu yang sudah lama ada. Saya sebagai bupati bertanggung jawab untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Peran Serta Masyarakat
Meski investasi besar telah dipastikan, Fawait menegaskan keberhasilan program tidak akan tercapai tanpa keterlibatan masyarakat. Ia mengajak warga mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah. Pelaku usaha, sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan institusi lainnya juga diminta tetap menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri sembari menunggu fasilitas modern beroperasi.
Dampak Ekonomi dan Wisata Edukasi
Proyek ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru. Investasi triliunan rupiah itu diperkirakan membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, hingga melahirkan destinasi wisata edukasi berbasis teknologi pengelolaan sampah. “Ini bukan hanya menyelesaikan masalah sampah. Investasi ini akan membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan nantinya bisa menjadi wisata pendidikan karena pengelolaannya menggunakan teknologi yang canggih dan ramah lingkungan,” pungkas Fawait.
Dengan dimulainya pembangunan pada 2026, Jember optimistis dapat bertransformasi dari daerah yang menghadapi krisis sampah menjadi pusat pengelolaan sampah modern di kawasan timur Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




Tinggalkan Balasan