Media Kampung – Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melaporkan kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf bahwa pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, telah mencapai lebih dari 75 persen. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Sosial pada Kamis, 20 Juni 2026, sekaligus membahas implementasi Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang menjadi proyek percontohan nasional di Banyuwangi.
Konsep Sekolah Rakyat Banyuwangi
Sekolah Rakyat Banyuwangi dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa. Konsep pendidikan modern berstandar internasional ini dibangun di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Setiap jenjang pendidikan akan memiliki gedung sekolah dua lantai, asrama putra dan putri, serta rumah susun untuk guru. Fasilitas penunjang lainnya meliputi gedung serbaguna, masjid, ruang ibadah, dapur umum, kantin terpisah, dan guest house.
Sementara pembangunan gedung utama berlangsung, kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Balai Diklat Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.
Fasilitas Olahraga dan Ekstrakurikuler
Kawasan sekolah juga dilengkapi lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, serta fasilitas teknis seperti rumah genset, instalasi pengolahan limbah, greenhouse, dan pos jaga. Menariknya, lokasi sekolah bersebelahan dengan sirkuit BMX berstandar internasional di Muncar. Bupati Ipuk mengusulkan agar ekstrakurikuler BMX dimasukkan dalam kurikulum non-akademik untuk mencetak atlet muda berbakat.
Apresiasi Mensos dan Rencana Replikasi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi progres dan konsep Sekolah Rakyat Banyuwangi. Ia menilai model ini berpotensi menjadi rujukan nasional untuk pendidikan inklusif berbasis kawasan. Gus Ipul juga berencana menggelar open house bersama wali murid siswa baru di Banyuwangi sebagai bagian dari sosialisasi program.
Digitalisasi Perlinsos di Banyuwangi
Selain pendidikan, Ipuk memaparkan perkembangan Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Banyuwangi. Sebagai daerah percontohan pertama, program digitalisasi distribusi bantuan sosial berbasis data terpadu ini telah berhasil dan mulai direplikasi ke 42 kabupaten/kota di Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan, mengurangi kesalahan data, dan mempercepat layanan kepada penerima manfaat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan