Pria Banyuwangi Tewas Tertabrak KA Sri Tanjung di Atas Terowongan Lingkar Bulusan
Media Kampung – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalur rel kawasan terowongan Lingkar Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, pada Senin pagi (16/10). Seorang pria bernama Sulistiyono (55), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sri Tanjung. Insiden ini berlangsung sekitar pukul 07.18 WIB di KM 17394, tepatnya antara Stasiun Ketapang dan Stasiun Argopuro.
Detik-detik Kecelakaan
Korban saat itu berada di jalur rel ketika rangkaian KA Sri Tanjung melintas dari arah Jember menuju Banyuwangi. Menurut Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, masinis sudah membunyikan suling atau klakson lokomotif berulang kali sebagai peringatan agar korban segera menjauh dari jalur rel.
“Masinis sudah membunyikan suling atau klakson lokomotif berkali-kali. Namun, karena jarak kereta dengan korban sudah terlalu dekat, insiden tersebut tidak dapat terhindarkan,” ujar Cahyo.
Benturan keras tersebut menyebabkan korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Tubuh korban terlempar dari posisi awal saat tertabrak.
Penanganan dan Evakuasi
Petugas stasiun terdekat bersama Polsuska dan warga segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengamankan jalur kereta api. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Kepolisian Sektor Kalipuro untuk proses evakuasi dan penanganan korban.
Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman membenarkan kejadian ini dan memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat luka berat yang dialami.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas gabungan ke tempat yang layak untuk proses lebih lanjut.
Dampak Terhadap Operasional Kereta Api
KAI Daop 9 Jember menyatakan tidak ada kerusakan pada sarana maupun prasarana perkeretaapian akibat insiden ini. Operasional perjalanan kereta api di jalur tersebut tetap berjalan normal dan aman.
“Kami memastikan bahwa operasional perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pelanggan,” tambah Cahyo Widiantoro.
Peringatan Keselamatan dari KAI
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di jalur rel kereta api. Area jalur rel bukan ruang publik dan sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya berjalan atau beraktivitas di area jalur rel kereta api.
Mengakhiri Insiden Tragis
Pria Banyuwangi tewas tertabrak KA Sri Tanjung di atas Terowongan Lingkar Bulusan merupakan peristiwa yang mengingatkan kembali pentingnya disiplin dan kewaspadaan di sekitar jalur kereta api. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak, baik pengguna jalur maupun pengelola transportasi kereta api.
Kejadian ini juga menunjukkan respons cepat dari petugas stasiun, kepolisian, dan masyarakat sekitar dalam menangani situasi darurat, sehingga jalur kereta api dapat segera diamankan dan operasional dapat berjalan normal kembali.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan