Media Kampung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar pertunjukan seni tari tradisional yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan ini berlangsung di lapangan Griya Blambangan pada Sabtu, 23 Mei 2026, dan menjadi momen untuk mengasah bakat sekaligus membangun karakter para penghuni lapas.

Acara tersebut diselingi dengan makan siang bersama seluruh warga binaan dan petugas lapas. Penampilan seni tari tradisional yang diiringi gamelan hasil kreasi warga binaan berhasil menarik perhatian ratusan peserta yang hadir. Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menyatakan bahwa pembinaan melalui seni budaya ini penting untuk mengembangkan mental serta rasa percaya diri warga binaan.

Solichin menjelaskan bahwa kegiatan seni tari bukan hanya hiburan semata, melainkan media efektif untuk mengajarkan kedisiplinan dan mengasah kemampuan yang dimiliki warga binaan. Ia menekankan bahwa program ini juga berperan dalam menjaga kelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang cepat berubah.

“Kami ingin membentuk mental dan kepercayaan diri mereka agar siap tampil dalam berbagai kesempatan resmi maupun kegiatan di luar lapas,” ujar Solichin pada Minggu, 24 Mei 2026. Ia juga menambahkan bahwa keterampilan yang diperoleh saat masa pembinaan dapat menjadi modal positif bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Langkah yang diambil Lapas Banyuwangi ini menjadi contoh inovatif dalam menggabungkan pelestarian seni tradisional dengan rehabilitasi sosial. Dengan memasukkan unsur kebudayaan dalam program pembinaan, lapas berharap para warga binaan tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik tetapi juga mampu berkontribusi dalam mempertahankan nilai-nilai budaya bangsa.

Kegiatan seperti ini sekaligus memperlihatkan perhatian lembaga pemasyarakatan terhadap aspek mental dan sosial warga binaan. Harapan ke depan, program seni budaya terus dikembangkan sebagai bagian integral dari proses pembinaan agar dapat menginspirasi perubahan positif dan memperkuat identitas budaya lokal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.