Kabar duka ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Dedi Mulyadi, melalui media sosialnya. Ia menyampaikan belasungkawa, menegaskan almarhum merupakan sosok yang berkontribusi signifikan bagi pembangunan provinsi, baik saat menjabat sebagai Sekretaris Daerah maupun sebagai Gubernur. “Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosa, dan mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT,” ujar Dedi.

Danny Setiawan lahir di Purwakarta pada 28 Agustus 1945. Sebelum menapaki karier politik, ia pernah menjabat sebagai Camat Cimarga dan kemudian Sekretaris Daerah Jawa Barat. Pada tahun 2003 ia terpilih menjadi Gubernur dan menjabat hingga 2008, mengimplementasikan program‑program pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang masih dirasakan manfaatnya hingga kini. Ia menikah dengan Hj. Rinania Sastrawiguna dan dikaruniai empat orang anak.

Baca juga:

Beberapa tokoh politik Jawa Barat memberikan penghormatan. Mantan Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) mengenang Danny sebagai pemimpin yang ramah, dekat dengan masyarakat, ulama, dan ormas. Ia menilai kepemimpinan Aher selanjutnya terinspirasi oleh warisan Danny. Sementara Dedi Mulyadi menekankan kerja sama mereka ketika Dedi masih Wakil Bupati Purwakarta, menyebutkan dukungan Danny terhadap inisiatif sekolah berbasis kesundaan, SDK Kahuripan Padjadjaran.

Baca juga:

Keluarga almarhum menerima doa dan harapan agar diberikan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi kehilangan. Upacara pemakaman berlangsung dengan khidmat, menandai akhir perjalanan seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan Jawa Barat.

Baca juga: