Media Kampung, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengimbau pendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) untuk tetap tenang dan tidak memaksakan masuk ke arena sidang pleno Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, Gus Yahya menegaskan komitmennya untuk mencari solusi bijaksana terkait aspirasi pendukung Gus Yusuf, sambil tetap menghormati keputusan para muktamirin. Ia menyampaikan pesan agar para pendukung menjaga ketenangan demi kelancaran proses muktamar.
Pengakuan atas Kader Unggul Nahdlatul Ulama
Gus Yahya mengakui bahwa Gus Yusuf merupakan salah satu kader terbaik Nahdlatul Ulama. Ia menyatakan keinginannya agar seluruh kader unggul mendapatkan kesempatan berkhidmah, meskipun keputusan akhir ada pada para muktamirin.
“Saya mengakui beliau adalah kader yang unggul. Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi dan memperoleh kesempatan. Namun keputusan sudah diambil para muktamirin,” ujar Gus Yahya.
Pesan untuk Calon Ketua Umum dan Peran Gus Yusuf
Gus Yahya mengimbau agar calon ketua umum yang nantinya dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tidak melupakan potensi besar yang dimiliki Gus Yusuf. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan kemampuan kader unggul tersebut demi kemajuan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Lebih lanjut, Gus Yahya berjanji bahwa apabila kembali dipercaya memimpin PBNU periode 2026–2031, ia akan memberikan peran strategis kepada Gus Yusuf dalam kepengurusan mendatang.
Muktamar NU dan Masa Depan Organisasi
Gus Yahya menyampaikan rasa syukur karena Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar hingga memasuki agenda-agenda penting yang akan menghasilkan keputusan strategis bagi perjalanan NU dalam abad keduanya. Ia mengapresiasi seluruh elemen NU atas kelapangan dada dan sikap husnuzon selama proses muktamar.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta muktamar mengedepankan kemaslahatan Nahdlatul Ulama di atas kepentingan pribadi atau kelompok dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
Inspirasi dari Pondok Pesantren Tambakberas
Menutup pernyataannya, Gus Yahya mengajak seluruh muktamirin untuk menjaga kesetiaan kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama dengan menjadikan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, pesantren muassis KH Abdul Wahab Hasbullah, sebagai sumber inspirasi perjuangan dan keberkahan bagi organisasi.
“Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dan tempat ini memberikan inspirasi untuk terus menguatkan tekad, komitmen, dan kesetiaan kita kepada jam’iyah yang kita cintai ini,” pungkasnya.















Tinggalkan Balasan