Media Kampung – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 2026, Gus Ulib dari Jombang mengangkat pentingnya sosok pemimpin yang layak dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih independen, adil, dan bermartabat. Pernyataan ini menjadi sorotan dalam persiapan muktamar yang merupakan forum tertinggi NU.

Gus Ulib menekankan bahwa pemimpin NU yang akan datang harus mampu menjaga independensi organisasi dari berbagai pengaruh yang dapat menggerus nilai-nilai luhur NU. Menurutnya, sosok tersebut harus memiliki integritas dan komitmen kuat agar NU tetap menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Dalam pandangannya, kepemimpinan NU harus berlandaskan pada prinsip keadilan dan martabat. Hal ini penting agar NU tidak hanya menjadi wadah dakwah dan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Gus Ulib juga mengajak para kader dan pengurus NU untuk bersama-sama memilih pemimpin yang tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga kapasitas dan visi yang jelas dalam mengarahkan NU ke masa depan. Ia menilai bahwa pemilihan pemimpin yang tepat akan menentukan arah organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Persiapan menjelang Muktamar NU 2026 saat ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen NU untuk merenungkan kembali kriteria kepemimpinan yang diharapkan. Pernyataan Gus Ulib ini memberikan gambaran penting tentang harapan terhadap figur yang akan memimpin NU ke depan, demi menjaga marwah dan peran strategis organisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kondisi terkini menunjukkan antusiasme tinggi dari para kader NU dalam menyambut muktamar yang akan berlangsung beberapa tahun mendatang. Diskusi mengenai figur pemimpin yang layak terus menjadi topik hangat, menandakan keseriusan NU dalam menyongsong masa depan yang lebih cerah dan berdaya guna.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.