Media Kampung – Sejumlah biksu dari berbagai negara Asia Tenggara tiba di Jombang untuk menggelar doa bersama dan tabur bunga di makam Gus Dur yang berada di Tebuireng. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai perdamaian dan pluralisme yang selama ini dipegang oleh Gus Dur.
Kedatangan para biksu tersebut berlangsung dengan khidmat di kompleks makam Gus Dur, yang dikenal sebagai tokoh pluralis dan mantan Presiden Indonesia. Mereka melakukan ritual doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Gus Dur dalam mempromosikan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Selain doa, para biksu turut melakukan tabur bunga di pusara Gus Dur sebagai ungkapan penghormatan dan penghargaan terhadap jasa-jasa beliau. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarumat beragama dan budaya di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari warga sekitar dan pengunjung makam, yang mengapresiasi upaya para biksu dalam menjaga nilai-nilai perdamaian yang diwariskan oleh Gus Dur. Suasana di makam pun dipenuhi dengan rasa damai dan penuh khidmat selama prosesi berlangsung.
Keberadaan para biksu dari berbagai negara ini juga menunjukkan pengaruh dan inspirasi yang luas dari sosok Gus Dur, yang tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di tingkat regional. Mereka berharap nilai-nilai toleransi dan perdamaian terus dijaga dan dikembangkan di tengah keberagaman masyarakat.
Hingga saat ini, kegiatan doa dan tabur bunga masih berlangsung secara tertib di kawasan makam Tebuireng, menjadi salah satu bentuk penghormatan yang mendalam terhadap perjuangan Gus Dur dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan