Media Kampung – Partai Golkar memastikan akan menjatuhkan sanksi kepada kadernya jika terbukti terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Peristiwa itu terjadi saat dr. Icha bertugas di IGD RS Leona, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi Golkar Yahya Zaini menyatakan DPP Partai Golkar telah meminta DPD Golkar NTT untuk melakukan investigasi. “Kalau ada anggota DPRD dari Golkar yang terlibat akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan organisasi,” ujar Yahya, Senin (29/6).

Selain investigasi internal, Yahya juga meminta Kementerian Kesehatan mengusut penyebab kematian dr. Icha secara transparan. “Saya minta Kemenkes melakukan investigasi secara transparan penyebab kematian dari dr. Icha,” tegasnya. Ia pun mendorong aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini jika ditemukan unsur pidana.

Menurut Yahya, kasus ini harus menjadi momentum memperkuat perlindungan tenaga kesehatan. Ia menilai rumah sakit perlu memiliki SOP yang lebih jelas. “Ke depan, perlindungan terhadap tenaga medis harus ditingkatkan jangan sampai kasus serupa terulang kembali di masa depan. Harus ada SOP dari RS terhadap perlindungan tenaga medis,” pungkasnya.

Kasus meninggalnya dr. Icha terus menjadi sorotan publik. Keluarga menduga dr. Icha mengalami depresi berat setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terkait penanganan pasien gigitan ular hijau. “Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD,” ungkap paman dr. Icha, Fabi Banase, Sabtu (27/6). Hasil pemeriksaan kejiwaan menunjukkan dr. Icha mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik. “Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, ‘Kau akan bertemu saya di Komisi III’,” tambah Fabi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.