Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri terlihat bergandengan tangan usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (16/6/2026). Momen ini menarik perhatian karena mencerminkan hubungan erat yang terjalin antara keduanya selama puluhan tahun, yang dinilai oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah sebagai simbol persahabatan dan pandangan kebangsaan yang melampaui perbedaan politik.
Persahabatan Puluhan Tahun dan Silaturahmi yang Terjaga
Said Abdullah mengungkapkan bahwa hubungan antara Megawati dan Prabowo tidak hanya sebatas formalitas politik, tetapi didasarkan pada persahabatan yang telah terjalin sejak lama. Keduanya pernah berpasangan dalam Pilpres 2009 sebagai calon presiden dan wakil presiden, dan meskipun kemudian menjadi lawan politik di pemilihan berikutnya, silaturahmi mereka tetap terjaga dengan baik.
Menurut Said, persahabatan tersebut bukan sekadar hubungan sosial biasa, melainkan tulus dan tanpa cela, jauh dari pandangan publik yang sering menyederhanakannya sebagai interaksi biasa.
Kepercayaan dalam Tugas Kenegaraan di Luar Politik Praktis
Selain persahabatan, Said Abdullah menyoroti posisi Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP dan BRIN yang tetap dipercayai oleh Presiden Prabowo meskipun PDI Perjuangan bukan bagian dari pemerintahan saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo mengedepankan kapasitas kenegarawanan Megawati, serta komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai Pancasila.
Kedua tokoh ini sepakat bahwa lembaga negara seperti BPIP harus dijalankan oleh negarawan yang memiliki kegigihan menanamkan nilai Pancasila, sehingga urusan tersebut dijalankan di atas politik praktis semata.
Politik Kebangsaan yang Mengedepankan Persatuan
Said Abdullah juga menegaskan bahwa hubungan antara Megawati dan Prabowo berdiri di atas landasan politik kebangsaan. Perbedaan pandangan politik tidak membuat keduanya bermusuhan. Bahkan, dalam pidato Presiden Prabowo di DPR pada 20 Mei 2026, beliau mengapresiasi masukan dari kader PDI Perjuangan.
Said menyebut keduanya sudah berada pada level ‘political beyond’, yakni berpolitik demi kepentingan bangsa dan negara, bukan hanya mengejar kekuasaan.
Pengaruh Terhadap Sinergi di DPR
Keteladanan hubungan Megawati dan Prabowo juga berdampak positif pada hubungan antarfraksi di DPR, khususnya antara Fraksi PDI Perjuangan dan Gerindra. Meskipun terdapat perbedaan pandangan, kedua fraksi mampu berdiskusi, bertukar pikiran, dan saling menghargai posisi masing-masing secara konstruktif.
Hubungan harmonis ini menjadi contoh penting bagaimana persahabatan politik dapat mendukung sinergi dalam membahas kebijakan dan program pemerintah.
Opini ini disampaikan oleh Said Abdullah sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan dan tidak mewakili redaksi Media Kampung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan