Media Kampung – Jumhur Hidayat tiba di Istana Negara Jakarta pada Senin 27 April 2026 menjelang reshuffle kabinet, dan dikabarkan akan dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Ia datang sekitar pukul 13.50 WIB mengenakan jas hitam, dasi biru muda, dan peci hitam, disertai istri serta anaknya.
Dalam wawancara singkat, Jumhur menyatakan belum menerima penjelasan detail mengenai jabatan yang akan diembannya, namun menegaskan kesiapan menghadapi tugas berat.
“Menteri Lingkungan Hidup banyak tugas dan harus kita tuntas dengan kerja keras, terutama isu sampah,” ujar ia kepada wartawan.
Jumhur menambahkan bahwa ia pernah berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, namun tidak ada penyebutan jabatan spesifik dalam percakapan tersebut.
Sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), ia dikenal sebagai tokoh buruh yang aktif memperjuangkan hak‑hak pekerja.
Jumhur Hidayat lahir di Bandung pada 18 Februari 1968 dan mulai menonjol saat menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung, menggelar aksi protes melawan rezim Orde Baru.
Karier aktivismenya berujung pada penahanan politik antara tahun 1989 hingga 1992, setelah itu ia terus melanjutkan perjuangan di era reformasi.
Pada periode 2007‑2014, ia memimpin Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), mengelola penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Secara politik, Jumhur pernah mendukung Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian Joko Widodo pada 2014, dan beralih mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
Ia sempat ditangkap pada tahun 2020 terkait keterlibatannya dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menolak Undang‑Undang Cipta Kerja.
Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum KSPSI untuk periode 2022‑2027, memimpin jaringan serikat pekerja nasional.
Andi Gani, Presiden KSPSI, menyatakan kehadiran Jumhur di Istana merupakan kehormatan bagi gerakan buruh dan berharap ia tetap mempertahankan idealisme pekerja.
Beberapa pejabat lain juga berada di Istana untuk gladi resik pelantikan, namun semua menahan diri untuk mengungkap jabatan yang akan diemban.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Istana mengenai penetapan jabatan, sehingga masyarakat menanti pengumuman resmi presiden.
Jika akhirnya dilantik, Jumhur menegaskan akan memprioritaskan penanganan sampah dan pemenuhan komitmen internasional dalam bidang lingkungan hidup.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan