Media Kampung – Ahmad Muzani terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk periode 2024-2029, menandai puncak karier politiknya dalam partai Golkar.
Ia lahir pada 26 Juni 1977 di Lampung dan menempuh pendidikan dasar serta menengah di kota kelahirannya.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah, Muzani melanjutkan studi S1 di Universitas Lampung, jurusan Ekonomi, dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi.
Berlanjut ke jenjang pascasarjana, ia meraih gelar Magister Manajemen dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan fokus pada manajemen publik.
Ahmad Muzani beragama Islam dan secara terbuka menyatakan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan pribadi serta publik.
Dalam kehidupan keluarga, ia menikah dengan Diah Sari dan dikaruniai tiga orang anak, yang ia sebut sebagai motivasi utama dalam berkarya.
Keterlibatan politiknya dimulai sejak muda melalui organisasi pemuda Golkar, kemudian naik menjadi kader senior.
Pada tahun 2014, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk daerah pemilihan Lampung I, mengisi kursi selama dua periode.
Sebagai anggota DPR, Muzani aktif dalam Komisi VI yang membidangi bidang perdagangan, industri, koperasi, dan UMKM.
Pengalaman legislatifnya diwarnai oleh kontribusi pada pembentukan undang‑undang yang mendukung pengembangan UMKM dan sektor pertanian.
Pada tahun 2014, ia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Partai Golkar, posisi yang ia jabat hingga 2021, mengelola strategi partai secara nasional.
Selama menjabat, ia memimpin renovasi struktur organisasi Golkar, memperkuat jaringan kader, dan meningkatkan citra partai di mata publik.
Keberhasilannya dalam mengelola partai menjadi faktor utama yang mendorong pencalonannya sebagai Ketua MPR pada Sidang Paripurna 2024.
Pada 1 Oktober 2024, Ahmad Muzani resmi dilantik sebagai Ketua MPR RI, menggantikan Bambang Soesatyo.
Dalam pelantikan, ia menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk mempercepat pembangunan nasional.
Beberapa minggu setelah dilantik, Muzani membuka Kontes Sapi APPSI di Wonosobo, Jawa Tengah, pada 25 April 2026.
Acara tersebut ia jadikan wadah edukasi peternak, sekaligus menegaskan bahwa kesejahteraan peternak sapi merupakan indikator utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kesejahteraan peternak sapi adalah indikator utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Muzani dalam sambutannya.
Ia menambahkan, “Jika pendapatan peternak bagus dan mereka sumringah, Indonesia makmur.”
Kontes tersebut bertepatan dengan momentum Idul Adha, yang ia sebut sebagai “jackpot” bagi para peternak.
Selain kompetisi, acara itu memberikan ruang bagi peternak untuk bertukar teknik penggemukan, meningkatkan bobot harian, serta mitigasi penyakit ternak seperti PMK dan LSD.
Muzani menyoroti potensi Kabupaten Wonosobo sebagai sentra peternakan, khususnya sapi perah, mengingat produksi susu nasional hanya mencukupi 23‑25 persen kebutuhan dalam negeri.
Ia menekankan peluang pasar susu sebesar 75 persen yang dapat diisi oleh produk lokal, sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.
Dalam konteks kebijakan, Muzani mengapresiasi penurunan Ongkos Naik Haji (ONH) selama dua tahun berturut‑turut serta diskon pupuk hingga 20 persen.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan menjaga persatuan dan kerukunan demi kelanjutan pembangunan nasional.
Secara pribadi, Ahmad Muzani dikenal sebagai sosok yang tegas, berintegritas, dan mengutamakan kepentingan rakyat.
Kehidupan keluarganya yang sederhana mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang selalu ia bawa ke arena politik.
Dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen, ia berupaya mengoptimalkan kebijakan fiskal dan investasi di sektor pertanian serta industri.
Dalam peran barunya sebagai Ketua MPR, Muzani berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan, mempercepat penyusunan undang‑undang, dan meningkatkan partisipasi publik.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga negara untuk mengatasi tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi.
Ke depan, Ahmad Muzani akan memimpin rapat kerja MPR untuk membahas agenda reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta ketahanan pangan.
Harapannya, melalui kebijakan yang terarah, kesejahteraan rakyat, terutama di daerah pedesaan, dapat terwujud secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan