Kadindikbud Serang Ngamuk di SDN Cilampang, Sapu Sampah Sendiri dan Ancam Copot Kepsek

Media Kampung – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, melakukan inspeksi mendadak ke SDN Cilampang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, pada Kamis (12/6/2026). Ia dibuat geram melihat kondisi sekolah yang dipenuhi sampah, saluran drainase tersumbat, dan toilet kotor.

Ahmad Nuri langsung turun tangan membersihkan lingkungan sekolah dengan memungut dan menyapu sampah yang berserakan. Sidak ini dilakukan setelah Dindikbud menerima banyak laporan dari wali murid yang mengeluhkan kondisi sekolah, lengkap dengan foto dan video tumpukan sampah.

Saat tiba di lokasi, Ahmad Nuri menduga informasi kedatangannya sudah bocor. Sebagian sampah telah dibersihkan dan diangkut sesaat sebelum sidak. “Saya tahu sekolah ini sudah dibersihkan karena informasinya bocor. Sebelumnya banyak laporan masuk ke handphone saya berupa foto dan video kondisi sekolah yang jauh lebih kotor,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah persoalan masih terlihat jelas. Drainase sekolah dipenuhi sampah plastik, beberapa ruang kelas tidak tertata, dan kondisi toilet dinilai tidak layak. Ahmad Nuri melontarkan teguran keras kepada pihak sekolah. Menurutnya, buruknya kebersihan menunjukkan lemahnya pengawasan dan pengelolaan oleh pihak sekolah. “Ini lembaga pendidikan. Harusnya menjadi tempat yang bersih dan nyaman. Kalau melihat kondisi seperti ini, saya kecewa,” tegasnya.

Ia memastikan kepala sekolah dan para guru akan dipanggil untuk menjalani pembinaan. Ahmad Nuri juga memberi peringatan keras bahwa jabatan kepala sekolah akan dievaluasi apabila tidak ada perubahan dalam waktu dekat. “Minggu depan kami lihat progresnya. Kalau masih seperti ini, akan ada peringatan. Kalau tetap tidak berubah, kepala sekolah bisa diganti,” ancamnya.

Ia mengungkapkan bahwa kepala sekolah yang bersangkutan sebelumnya pernah mendapat sorotan serupa saat bertugas di sekolah lain terkait persoalan kebersihan. “Benar apa yang disampaikan masyarakat. Sampah menumpuk dan baru diangkut sekitar setengah jam sebelum kami datang. Kalau melihat kondisi yang ada, ini seperti bukan lingkungan sekolah,” katanya.

Dindikbud Kota Serang berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala sekolah dengan sejumlah indikator, termasuk kebersihan lingkungan dan tata kelola sekolah. Kasus SDN Cilampang menjadi peringatan bagi seluruh sekolah di Kota Serang agar tidak mengabaikan kebersihan lingkungan belajar yang menjadi kebutuhan dasar siswa.