Media Kampung – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nagan Raya, Aceh, telah menghanguskan 98 hektare lahan di dua lokasi, yakni Gampong Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, dan Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Peristiwa ini terjadi sejak Jumat, 29 Mei 2026, dan masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Petugas Piket Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Nagan Raya, Iis Meilia Wati, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan di lapangan.

Meskipun lahan yang terbakar cukup luas, tidak terdapat korban jiwa, korban terdampak, maupun pengungsi akibat peristiwa tersebut. Petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, seperti cuaca panas yang disertai angin kencang serta terbatasnya sumber air di sekitar lokasi. Kondisi ini menyebabkan api mudah menyebar ke area lahan yang masih kering.

Untuk mengendalikan kebakaran, BPBD Kabupaten Nagan Raya mengerahkan dua unit mesin pompa air dan bantuan armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Darul Makmur. Penanganan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, Kodim Nagan Raya, Polres Nagan Raya, Manggala Agni, dan masyarakat setempat.

Hingga laporan terakhir, tim gabungan berhasil memadamkan sekitar 95 hektare area yang terbakar. Namun, potensi kebakaran meluas masih ada mengingat cuaca panas dan tiupan angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Iis menjelaskan bahwa api sebagian besar telah padam, tetapi petugas tetap melakukan pendinginan dan patroli untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

BPBD Kabupaten Nagan Raya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayahnya. Langkah ini penting untuk mencegah kebakaran yang lebih luas serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.