Media Kampung, Palembang – PT PLN (Persero) mengedukasi 60 siswa SD Negeri 87 Palembang mengenai keselamatan ketenagalistrikan melalui program PLN Mengajar yang digelar pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan bertema “Paham Manfaat dan Bahaya Listrik Sejak Dini” ini bertujuan membangun budaya aman menggunakan listrik sejak usia dini.
Program yang diinisiasi oleh PLN ULP Ampera bersama Srikandi PLN UP3 Palembang ini mengemas edukasi secara interaktif agar materi mudah dipahami siswa. Team Leader K3L UP3 Palembang Theo Andhini Putri menjelaskan manfaat listrik serta proses penyalurannya. Siswa juga dikenalkan berbagai potensi bahaya akibat penggunaan listrik yang tidak aman.
PLN memberikan pesan penting kepada siswa, antara lain tidak menyentuh stop kontak dengan tangan basah dan menghindari gardu serta jaringan listrik saat bermain. Peserta juga mengikuti demonstrasi sederhana penggunaan peralatan listrik. Praktik tersebut membantu siswa mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Selain edukasi langsung, PLN juga memperkenalkan aplikasi PLN Mobile sebagai layanan digital bagi masyarakat. Sebanyak 60 siswa menerima buku edukasi yang memuat pesan keselamatan ketenagalistrikan.
General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Diksi Erfani Umar, menegaskan pentingnya pendidikan keselamatan listrik sejak dini. “Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab petugas PLN, tetapi membutuhkan kesadaran bersama. Melalui PLN Mengajar, kami ingin anak-anak mengenal manfaat listrik, memahami cara menggunakannya dengan bijak, serta mengetahui risiko yang harus dihindari sehingga mereka dapat menjadi pengingat bagi keluarga di rumah,” ujarnya.
Manager ULP Ampera Fahmi Romadona mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik karena berpotensi menimbulkan kecelakaan dan mengganggu pasokan listrik. Ia meminta agar segera melaporkan melalui PLN Mobile atau petugas PLN agar dapat ditangani dengan aman.
Kepala SD Negeri 87 Palembang Rohani mengapresiasi program PLN Mengajar di sekolahnya. Ia menilai metode praktik dan kuis membuat siswa lebih mudah memahami materi keselamatan listrik. “Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang telah memberikan edukasi kepada anak-anak. Materi yang interaktif membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya keselamatan listrik,” tuturnya.















Tinggalkan Balasan