Media Kampung – Ketika anak terus-menerus mengabaikan ucapan atau perintah, banyak orang tua tergoda untuk memberi hukuman. Namun, menurut psikolog Robik Anwar Dhani, M.Psi., Psikolog dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun, kunci utamanya justru terletak pada perbaikan struktur komunikasi antara orang tua dan anak.
Robik menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab di balik sikap abai anak. “Memahami latar belakang di balik sikap abai anak adalah kunci utama, karena dengan mengetahui alasan spesifik mengapa anak enggan mendengarkan, orang tua baru dapat menentukan dan memberikan intervensi yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga efektif dalam jangka panjang,” ujarnya kepada RRI Madiun.
Alih-alih berfokus pada hukuman, intervensi yang efektif justru diarahkan pada pembenahan pola komunikasi. Berikut tiga tips yang dibagikan Robik untuk diterapkan orang tua.
1. Connection Before Direction
Prinsip pertama adalah membangun kedekatan emosional dengan anak sebelum memberikan arahan. “Jadi kita bisa membangun suatu hubungan dahulu atau kedekatan emosional dengan anak. Sebelum orang tua akhirnya memberikan arahan, perintah maupun nasihat,” jelas Robik. Ketika hubungan interpersonal sudah terjalin baik, anak akan lebih terbuka dan pesan yang disampaikan dapat diterima tanpa penolakan.
2. Komunikasi Singkat dan Spesifik
Hindari kalimat retoris atau sindiran seperti, “Kamu bisa dengar Mama nggak sih?” karena cenderung membuat anak defensif. Sebagai gantinya, sampaikan pesan secara jelas dan spesifik tentang apa yang diharapkan. Contoh: “Kak, minta tolong dimasukkan mainannya,” dengan nada lembut namun tegas. Anak pun langsung tahu tindakan yang harus dilakukan.
3. Behavioral Momentum
Prinsip ketiga memanfaatkan momentum psikologis yang tepat. Pilihlah saat anak sedang santai, memiliki waktu luang, atau emosinya sedang tenang (cooling down). Dengan momentum yang tepat, peluang ucapan atau perintah orang tua untuk didengar dan dipatuhi akan jauh lebih besar.
Dengan menerapkan ketiga prinsip ini secara konsisten, orang tua dapat membangun komunikasi yang lebih efektif dan mengurangi perilaku abai pada anak tanpa harus menggunakan hukuman.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan