Media Kampung – Mendisiplinkan anak tidak harus dilakukan dengan bentakan, ancaman, atau hukuman. Pola pengasuhan yang hangat namun tetap tegas dinilai lebih efektif dalam membantu anak memahami tanggung jawab dan mengembangkan pengendalian diri sejak dini.
Hal ini disampaikan Dokter Parenting sekaligus Direktur Rumah Cerdas Malang, dr. Martina Slyviarini Surya Widarti, dalam wawancara dengan RRI Malang pada Rabu (24/6/2026). Menurut dr. Vivi, pendekatan pengasuhan perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Pola Asuh Berdasarkan Usia Anak
Pada usia 0 hingga 7 tahun, anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan penuh dari orang tua. Fase ini merupakan masa membangun rasa aman dan kepercayaan terhadap lingkungan. Anak tidak seharusnya menjadi sasaran kemarahan atau tekanan berlebihan.
Memasuki usia 7 hingga 14 tahun, orang tua mulai dapat melatih kemandirian dan tanggung jawab anak melalui berbagai keterampilan hidup (life skill), seperti mencuci pakaian, menyetrika, menata kamar, hingga membantu pekerjaan rumah sederhana. Masa ini menjadi periode penting untuk mengajarkan anak mengelola dirinya sendiri.
Aturan yang Disepakati Bersama
“Tujuan disiplin pada usia 7 sampai 14 tahun adalah agar anak mampu mengendalikan dirinya. Karena itu yang dibutuhkan bukan bentakan, melainkan aturan yang disepakati bersama dan dijalankan secara konsisten,” ujar dr. Vivi.
Orang tua perlu membuat kesepakatan yang jelas dengan anak, misalnya penggunaan gawai hanya diperbolehkan setelah tanggung jawab sehari-hari diselesaikan. Dengan cara tersebut, anak belajar memahami hubungan antara hak dan kewajiban tanpa merasa dipaksa.
Selain itu, orang tua juga dianjurkan menyiapkan berbagai aktivitas positif selama masa liburan agar anak memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas dan kemandirian.
Keteladanan Orang Tua
Dr. Vivi menekankan pentingnya keteladanan dalam pengasuhan. Anak akan lebih mudah mengikuti perilaku yang dicontohkan dibandingkan sekadar mendengarkan perintah. “Walk the talk. Orang tua perlu melakukan terlebih dahulu sebelum menyuruh anak. Anak belajar dari apa yang ia lihat setiap hari, bukan hanya dari apa yang ia dengar,” katanya.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu orang tua membangun disiplin pada anak secara positif, tanpa kekerasan verbal atau fisik, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki pengendalian diri yang baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan