Media KampungDinas Pendidikan Jawa Timur mencatat sebanyak 296.287 calon murid baru jenjang SMA/SMK telah memperoleh Personal Identification Number (PIN) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Tahapan pengambilan PIN resmi ditutup pada 9 Juni lalu tanpa perpanjangan waktu.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan bahwa dari total 316.078 calon murid yang mengajukan PIN, sebanyak 4.006 belum mendapatkannya hingga batas akhir. Ia mengimbau calon murid yang belum berhasil untuk tidak patah semangat dan mempertimbangkan sekolah swasta yang juga memiliki kualitas setara serta menyediakan beasiswa.

Selama proses pengambilan PIN, Posko SPMB menemukan sejumlah kendala, antara lain calon murid lupa tanggal penerbitan Kartu Keluarga saat login, sekolah asal belum menginput nilai rapor, dan siswa belum melakukan verifikasi nilai rapor secara mandiri. Selain itu, terdapat permintaan pembatalan verifikasi akibat kesalahan data seperti nilai, status Kartu Keluarga, Surat Keterangan Domisili, dan perubahan status disabilitas atas permintaan orang tua.

Dindik Jatim juga menyelenggarakan simulasi pendaftaran yang diikuti 146.503 calon murid. Simulasi ini bersifat tidak wajib, namun sangat dianjurkan agar calon murid memahami proses pendaftaran, termasuk mengetahui rayon reguler dan sebaran sesuai domisili serta jarak ke sekolah tujuan. Sebanyak 169.575 calon murid yang telah mengambil PIN belum mengikuti simulasi tersebut.

Tahapan selanjutnya adalah pembukaan Jalur Domisili untuk jenjang SMA dengan kuota 35 persen dan SMK 10 persen yang akan dilaksanakan pada 11-12 Juni 2026. Calon murid diimbau untuk memperhatikan rayon sekolah sesuai domisili serta waktu pendaftaran karena pemeringkatan ditentukan berdasarkan nilai, jarak, dan waktu pendaftaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.