Media Kampung – PT Pelni menggandeng SMKN 1 Lembar untuk membuka bursa kerja khusus (BKK) pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program rekrutmen awak kapal ini berlangsung sejak 1 Mei hingga 5 Juni 2026 dan menjadi momentum penting bagi lulusan SMK pelayaran di daerah tersebut.
Kepala SMKN 1 Lembar, Ahmad Quroni, mengungkapkan bahwa peluang kerja ini muncul setelah Manajer SDM PT Pelni menghubungi pihak sekolah. Perusahaan pelayaran nasional itu tertarik pada kualitas lulusan SMK, terutama fresh graduate yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Quroni menjelaskan bahwa kepercayaan PT Pelni tidak terlepas dari kerja sama yang telah dibangun sekolah dengan berbagai perusahaan nasional dan internasional. Ia bersyukur dapat memberikan kontribusi nyata bagi alumni dan berharap tingkat keterserapan lulusan terus meningkat.
Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan PT Pelni di NTB untuk rekrutmen awak kapal lulusan SMK. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Sorong. PT Pelni membuka kebutuhan sekitar 60 posisi, namun jumlah pelamar mencapai 50 orang. Seluruh peserta berasal dari lulusan yang telah memiliki sertifikat pelaut Rating Forming.
Formasi yang dibuka meliputi dua bidang utama, yaitu Rating Deck dan Rating Engine. Peserta akan ditempatkan sesuai kebutuhan operasional kapal milik PT Pelni.
Dukungan penuh datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB. Kepala Bidang SMK Dikbud NTB, Hasbi M. Sidik, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya rekrutmen tersebut. Ia menilai program ini harus terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak sekolah maritim di seluruh NTB. Pemerintah provinsi akan memperkuat peran BKK sebagai jembatan antara sekolah dan dunia industri.
Manajer Rekrutmen dan Compliance PT Pelni, Refri Endinatama, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap, meliputi tes kemampuan, tes tertulis, dan wawancara. Seluruh tahapan diperkirakan selesai dalam waktu kurang dari dua bulan. Ia menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di PT Pelni cukup besar, namun penerimaan tetap mengutamakan kualitas dan kompetensi calon awak kapal.
Dengan dibukanya akses langsung menuju industri pelayaran nasional, lulusan SMK maritim di NTB kini memiliki peluang lebih besar untuk berkarier di sektor pelayaran. Langkah ini menjadi bukti sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha dalam menghadirkan kesempatan kerja nyata bagi generasi muda daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan