Media Kampung – Program Pemerataan Sekolah Rakyat terus digenjot pemerintah sebagai upaya mewujudkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu. Di Bali, perluasan Sekolah Rakyat dari Kabupaten Tabanan ke Kabupaten Karangasem menjadi langkah konkret, dengan anggaran mencapai Rp255,5 miliar dan prioritas siswa desil 1 dan 2.
Pengamat Pendidikan Profesor I Putu Rumawan Salain mengapresiasi langkah pemerintah yang memprioritaskan pemerataan pendidikan tanpa terkecuali. Menurutnya, investasi pendidikan memang memerlukan biaya besar dan hasilnya tidak instan, namun program ini layak diapresiasi karena mampu menekan angka putus sekolah dan memutus rantai kemiskinan.
Prof. Rumawan menekankan pentingnya memastikan kualitas guru, kurikulum, dan sarana prasarana yang memadai. Ia mengakui bahwa pendidikan merupakan kunci untuk meningkatkan taraf hidup dan keluar dari garis kemiskinan, sehingga program Sekolah Rakyat harus berkelanjutan dan benar-benar mewujudkan pemerataan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memutus rantai kemiskinan. Namun, program ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan lahan, kapasitas tampung, dan standarisasi pengajar.
Khusus di Bali, selain di Tabanan, Sekolah Rakyat di Desa Tulamben, Karangasem, siap beroperasi tahun ini untuk jenjang SD hingga SMA dengan kuota 270 siswa. Perluasan ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu di Pulau Dewata.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan