Mendikdasmen Mendorong Paradigma Baru Sekolah Adiwiyata

Media Kampung – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti, menegaskan bahwa program Sekolah Adiwiyata tidak lagi boleh dipahami hanya sebagai sekolah yang memiliki banyak pohon atau penghijauan. Pernyataan ini disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Abdul Muti, pendekatan lama Sekolah Adiwiyata yang terlalu fokus pada aspek fisik seperti penanaman pohon belum cukup membangun kesadaran lingkungan secara menyeluruh di lingkungan sekolah.

Efisiensi Energi dan Pengelolaan Limbah Jadi Fokus Baru

Kemendikdasmen kini mengarahkan Sekolah Adiwiyata untuk mengembangkan budaya hidup ramah lingkungan yang lebih komprehensif. Hal ini mencakup penerapan efisiensi energi dan pengelolaan limbah yang baik agar sekolah benar-benar berkontribusi pada lingkungan yang berkelanjutan.

“Sekolah Adiwiyata harus menunjukkan komitmen nyata, bukan hanya memiliki banyak pohon tapi boros listrik atau pembuangan limbah tidak bersih,” ujar Abdul Muti. Langkah ini juga sejalan dengan program Sekolah Sehat yang dijalankan Kemendikdasmen bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Pengembangan Konsep Pengelolaan Sampah dari 3R ke 4R

Pemerintah juga memperkenalkan konsep baru dalam pengelolaan sampah di sekolah, dari sebelumnya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi 4R dengan penambahan reproduce. Konsep ini bertujuan meningkatkan pengelolaan lingkungan di lingkungan sekolah secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Asri dan Nyaman

Abdul Muti menekankan bahwa lingkungan fisik sekolah harus mendukung kenyamanan belajar siswa. Aspek kebersihan, keasrian, dan kualitas interaksi sosial menjadi bagian penting agar sekolah dapat menjadi tempat yang menyenangkan dan kondusif untuk belajar.

“Sekolah harus menjadi seperti rumah yang saat siswa masuk, mereka sudah merasakan lingkungan yang asri,” tuturnya.

Dengan paradigma baru ini, diharapkan Sekolah Adiwiyata dapat menjadi contoh nyata pengelolaan lingkungan yang bijak dan berkelanjutan, bukan hanya simbol penghijauan semata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.