Media Kampung – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengungkapkan bahwa ketimpangan gender di Indonesia masih berada pada tingkat yang cukup tinggi meskipun terjadi penurunan indeks ketimpangan gender pada tahun 2025. Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, menegaskan bahwa kesenjangan ini berdampak signifikan terhadap akses perempuan dalam pendidikan, kesehatan, dan partisipasi ekonomi.

Dalam dialog interaktif yang diselenggarakan Pro3 RRI pada Selasa, 26 Mei 2026, Amurwani menyampaikan bahwa indeks ketimpangan gender di Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 0,421 dan mengalami penurunan menjadi 0,402 pada 2025. Meski demikian, penurunan tersebut masih dianggap belum cukup berarti karena jarak ketimpangan antara perempuan dan laki-laki masih cukup besar.

Amurwani menjelaskan bahwa angka ini menunjukkan banyak kendala yang masih dihadapi perempuan dalam pembangunan nasional, terutama dalam memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta peluang pemberdayaan ekonomi. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus mendorong kebijakan yang inklusif dan berkeadilan gender agar perempuan dapat berperan lebih maksimal.

Selain itu, ketimpangan ini juga memengaruhi Indeks Pembangunan Gender Indonesia yang pada 2025 mencapai 92,69 persen. Angka ini mengindikasikan bahwa pembangunan yang menyangkut perempuan mulai mendekati kondisi laki-laki, namun jurang ketimpangan masih harus diperbaiki secara berkelanjutan.

Amurwani menekankan pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan nasional agar kebutuhan dasar perempuan dapat lebih terwakili dalam berbagai kebijakan. “Kita berharap perempuan bisa mewarnai kepemimpinan sebagai pengambil keputusan,” ujarnya.

Dengan peningkatan akses perempuan dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, diharapkan pemerintah dapat mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan merata bagi seluruh warga negara. KemenPPPA berkomitmen untuk terus mengawal dan mendorong langkah-langkah strategis agar kesetaraan gender dapat tercapai secara menyeluruh di Indonesia.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa meski ada kemajuan, ketimpangan gender masih menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Upaya berkelanjutan dalam menghapus hambatan-hambatan yang dihadapi perempuan dalam berbagai sektor menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian kesetaraan yang nyata.

Secara keseluruhan, data dan pernyataan resmi dari KemenPPPA menegaskan bahwa ketimpangan gender di Indonesia masih membutuhkan perbaikan signifikan agar perempuan dapat menikmati hak dan kesempatan yang setara dalam pembangunan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.