Media Kampung – Djoko Slamet Pudjorahardjo menunjukkan semangat belajar tanpa batas usia dengan berhasil menyelesaikan program Magister Teknik Fisika di Universitas Gadjah Mada pada usia 68 tahun. Ia menuntaskan studinya melalui program Magister by Research dalam waktu kurang dari dua tahun dengan capaian akademik yang mengesankan.
Peneliti yang aktif di Pusat Riset Teknologi Akselerator, Organisasi Riset Tenaga Nuklir, Badan Riset dan Inovasi Nasional ini meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 setelah menyusun tesis berjudul Analisis Desain Sumber Ion Tipe Multicusp untuk Siklotron 30 MeV. Wisuda berlangsung pada April 2026 di Grha Sabha Pramana sebagai bagian dari program pascasarjana UGM.
Keputusan Djoko untuk melanjutkan pendidikan magister dilatarbelakangi oleh keinginan meningkatkan kompetensi serta dukungan dari institusi tempatnya bekerja. Ia memilih program Teknik Fisika karena relevan dengan bidang pekerjaannya yang berfokus pada teknologi akselerator partikel di BRIN.
Selama perkuliahan, Djoko menghadapi tantangan terutama dalam menguasai teknologi informasi yang berkembang pesat, termasuk penggunaan sistem pembelajaran digital dan bahasa pemrograman yang wajib dikuasai mahasiswa. Meski merasa kurang familiar dengan teknologi dibandingkan mahasiswa lain yang lebih muda, ia mampu beradaptasi dengan bantuan rekan-rekan mahasiswa yang menghargai keberadaan mahasiswa senior.
Menjelang masa purna tugas, Djoko menggunakan kesempatan ini untuk membuktikan bahwa belajar tidak mengenal usia. Ia terdorong untuk menyelesaikan studi tepat waktu sebagai bukti peningkatan kompetensi di usia yang tidak lagi muda. Kelulusan ini menjadi hadiah istimewa sebelum memasuki masa pensiun.
Djoko juga memberikan pesan kepada generasi muda agar menjaga semangat belajar dan percaya pada kemampuan diri untuk menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, selama ada kemauan dan kemampuan, usia bukan hambatan dalam menuntut ilmu.
Dengan pencapaian ini, Djoko menegaskan bahwa pendidikan dapat menjadi sarana pengembangan diri sepanjang hayat, sekaligus menunjukkan sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan teknologi dan waktu. Kesuksesannya menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin terus belajar tanpa memandang usia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan