Media Kampung – Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember bersama Polres Probolinggo menggelar sosialisasi tata tertib lalu lintas dan program stop bullying pada 23 April 2026, bertujuan membentuk generasi disiplin sejak dini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di sekolah dasar di wilayah Probolinggo dan melibatkan lebih dari 150 peserta, termasuk murid, guru, serta wali murid.
Para mahasiswa KKN menyajikan materi dengan metode interaktif, menggunakan visual rambu lalu lintas, simulasi helm, dan permainan peran menyeberang jalan yang aman.
Petugas Polri memberikan penjelasan tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, mengingat tingginya angka kecelakaan di daerah pedesaan.
“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pengendara, melainkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolres Probolinggo saat menyampaikan materi.
Selain keselamatan, fokus utama program adalah mengedukasi anak tentang bahaya bullying serta cara menolak perilaku negatif.
Mahasiswa KKN menjelaskan definisi bullying, contoh perilaku yang termasuk, dan strategi membangun lingkungan yang inklusif.
Guru dan wali murid diberikan panduan pendampingan emosional, termasuk cara mendeteksi tanda stres pada anak.
Selama sesi, anak-anak berpartisipasi dalam permainan edukatif yang menumbuhkan rasa empati dan kerja sama tim.
Reaksi peserta sangat positif, banyak yang menyatakan materi mudah dipahami dan terasa menyenangkan.
Salah satu murid mengatakan, “Saya belajar cara pakai helm dengan benar dan tidak mau mem-bully teman,” menggambarkan dampak langsung program.
Guru kelas menilai bahwa kegiatan ini memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan aparat kepolisian dalam pembentukan karakter.
Wali murid menambahkan, “Program ini membantu kami mengawasi perilaku anak di rumah dan sekolah secara lebih efektif,” menegaskan pentingnya kolaborasi.
Mahasiswa KKN RPL menegaskan bahwa kegiatan serupa akan menjadi agenda rutin selama periode KKN mereka.
“Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama dengan Polres Probolinggo untuk program edukasi lain di masa mendatang,” ungkap koordinator KKN.
Polres Probolinggo berkomitmen mendukung program serupa, menyatakan bahwa edukasi sejak dini adalah kunci mengurangi pelanggaran lalu lintas dan bullying.
Data resmi menunjukkan penurunan kasus bullying di sekolah setempat setelah intervensi serupa pada tahun sebelumnya.
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan generasi muda Probolinggo tumbuh menjadi pribadi yang taat aturan, peduli sesama, dan bebas dari perilaku bullying.
Program ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara institusi pendidikan, aparat keamanan, dan keluarga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan