Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Unmuh Jember melaksanakan edukasi pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) murah dan mudah di TKIT Permata Leces, Jember, pada 21 April 2026. Acara tersebut bertujuan meningkatkan kreativitas ibu wali murid dalam menyediakan media belajar yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi tentang pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam mendukung perkembangan anak usia dini melalui permainan edukatif. Para mahasiswa menjelaskan bahwa APE tidak harus dibeli dengan harga tinggi, melainkan dapat dirakit dari bahan bekas dan bahan dapur yang mudah ditemukan.

Sesi praktik pertama memperkenalkan pembuatan plastisin sederhana menggunakan tepung, garam, minyak, dan pewarna makanan. Campuran tersebut menghasilkan media yang aman untuk anak serta melatih motorik halus dan kreativitas.

Setelah plastisin, peserta diajak membuat puzzle dari kardus bekas yang dipotong menjadi beberapa bagian. Permainan ini dirancang untuk mengasah kemampuan kognitif, konsentrasi, dan pemecahan masalah pada anak.

Latihan selanjutnya melibatkan pembuatan “toples angka” dengan toples plastik bekas dan benang berwarna. Media ini membantu anak mengenal konsep bilangan secara visual dan taktil.

Selama proses, ibu-ibu aktif bertanya mengenai teknik pemotongan, pengeringan, dan penyimpanan alat yang dihasilkan. Beberapa peserta mengungkapkan kebingungan sebelumnya tentang biaya pembuatan mainan edukatif.

“Saya tidak menyangka mainan edukatif dapat dibuat dari bahan dapur,” kata Ibu Siti Nurhaliza, orang tua peserta. “Kini saya merasa lebih percaya diri untuk menyediakan media belajar di rumah.”

Mahasiswa KKN menekankan pentingnya keamanan bahan, memastikan semua komponen tidak mengandung zat berbahaya. Setiap APE yang selesai diproduksi diuji oleh anak-anak untuk memastikan fungsionalitasnya.

Kegiatan ini juga menyoroti nilai edukasi lingkungan, karena penggunaan barang bekas mengurangi sampah rumah tangga. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan hijau yang diterapkan Universitas Muhammadiyah Jember.

Data kehadiran menunjukkan partisipasi 32 ibu wali murid, dengan rata-rata usia 30 tahun. Mayoritas peserta melaporkan tingkat antusiasme tinggi selama sesi interaktif.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa berjanji menyediakan modul panduan tertulis yang dapat diunduh oleh para orang tua. Modul tersebut mencakup langkah‑langkah pembuatan APE, daftar bahan, serta tips pengawasan anak.

Pihak TKIT Permata Leces menyambut baik inisiatif tersebut, menyatakan bahwa program KKN dapat memperkaya kurikulum bermain di kelas. Kepala TKIT, Bapak Agus Santoso, menambahkan bahwa kegiatan serupa akan dijadwalkan secara berkala.

Secara umum, kegiatan KKN RPL Unmuh Jember berhasil menumbuhkan rasa kreatif dan inovatif di kalangan ibu-ibu peserta. Hasil observasi awal menunjukkan peningkatan minat anak dalam bermain dan belajar secara mandiri.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain di wilayah Jember dan sekitarnya. Tim KKN berencana melakukan survei dampak jangka panjang terhadap perkembangan motorik dan kognitif anak.

Saat ini, semua APE yang dibuat telah disumbangkan kepada kelas TKIT untuk digunakan dalam aktivitas harian. Kondisi terakhir menunjukkan bahwa ibu-ibu masih terus bereksperimen dengan variasi bahan baru.

Dengan dukungan universitas, pemerintah daerah, dan komunitas pendidikan, program serupa berpotensi menjadi model nasional dalam pemberdayaan orang tua. Pihak terkait diharapkan memperluas jaringan pelatihan bagi lebih banyak komunitas.

Kesimpulannya, KKN RPL Unmuh Jember berhasil menyatukan akademisi dan masyarakat dalam menciptakan solusi belajar yang terjangkau dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.